Modus Pesan Makanan, Petugas RS Gadungan Coba Tipu Penjual Ayam Geprek

Penipu juga minta dikirim pulsa.

Husna Rahmayunita
Selasa, 08 Desember 2020 | 08:22 WIB
Modus Pesan Makanan, Petugas RS Gadungan Coba Tipu Penjual Ayam Geprek
Ilustrasi-- penipuan online (Unsplas/Christian Wiediger)

SuaraKalbar.id - Modus penipuan secara online baru-baru ini terjadi di Mempawah, Kalimantan Barat. Korban penipuannya yakni seorang penjual ayam geprek, namanya Sri.

Sementara penipu mengaku bernama Eva Kartika dan bekerja sebagai petugas Instalasi Gawat Darurat (IDG) RSUD dr Rubini Mempawah. Aksi penipuan terjadi pada Minggu (6/12/2020).

Dikutip dari suarakalbar.co.id -- jaringan Suara.com, kejadian bermula saat Sri menerima WhatsAppa dari Eva. Kala itu, penipu memesan ayam geprek kepada korban.

“Orang yang mengaku bernama Eva Kartika ini memesannayam geprek saya via Whatsapp (WA) sebanyak 9 boks. Saya sebutkan harganya, lalu ia menyetujui dan minta segera antarkan ke IGD RSUD dr Rubini Mempawah," ujar Sri seperti dilansir, Selasa (8/12/2020).

Baca Juga:Pemuda Apes, Motornya Dibawa Kabur Cewek yang Baru Dikenal Lewat Facebook

Saat itu juga Sri menyiapkan pesanan Eva. Namun ketika tengah menggorengkan ayam pesanan, Eka kembali mengirim pesan WA kepada Ibu Sri yang isinya minta diisikan pulsa sekalian. Jadi pembayaran dipersilakan langsung ditotalkan saat ayam diantar.

“Saat itu lah, anak saya bernama Ulik, jadi curiga. Ia menyakini ini upaya penipuan. Lagi pula pulsa yang dia minta kirimkan cukup besar, yakni 100 ribu," sambungnya.

Sri, penjual ayam geprek nyaris jadi korban penipuan. (dok.Suarakalbar.co)
Sri, penjual ayam geprek nyaris jadi korban penipuan. (dok.Suarakalbar.co)

Bukan tanpa sebab kecurigaan tersebut, Ulik pernah mendengar ada kasus penipuan yang menimpa ojek online di Mempawah beberapa bulan lalu.

Penipu mengaku dokter di RSUD dr Rubini. Ojek online bernama Ibnu itu, diminta mentransferser jumlah uang. Mendengar cerita tersebut, Sri langsung mendatangi rumah sakit.

Benar saja, setelah dicek di sana tidak ada orang bernama Eva Kartika. Sri beruntung bisa lolos dari aksi penipuan.

Baca Juga:Mengaku Tim Satgas Covid 19, Pasangan Ini Gasak Puluhan Juta Emas Korban

“Nah, karena tak ingin tertipu, saya berinisiatif mendatangi IGD RSUD dr Rubini. Saya langsung jengkel, saat tahu ternyata memang tidak ada nama Eva Kartika bekerja di situ. Berarti benar ini penipuan,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini