Sopir Taksi Ungkap Pesan Terakhir Guru di Mempawah Penumpang Sriwijaya Air

"Saya bimbang dan khawatir dengan Ustazah Agus dan suami," kata Yasin.

Husna Rahmayunita
Minggu, 10 Januari 2021 | 10:37 WIB
Sopir Taksi Ungkap Pesan Terakhir Guru di Mempawah Penumpang Sriwijaya Air
Ilustrasi pesawat maskapai Sriwijaya Air. [Antara/Suriani Mappong]

SuaraKalbar.id - Seorang sopir taksi mengungkap pesan terakhir yang disampaikan Agus Minarni, Guru SMA Negeri 1 Mempawah Hilir yang menjadi  salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air jatuh.

Pria bernama Muhammad Yasin itu mengaku Agus Minarni memintanya untuk menjemput di Bandara Supadio, Pontianak Sabtu (9/1/2021) sore.

Agus Minarni bersama suamianya yakni Muhammad Nur Kholifatul menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak, setelah melayat di Malang, Jawa Timur.

Dikutip dari Suarakalbar.co.id (jaringan Suara.com), sang sopir taksi, Muhammad Yasin mengatakan sebelumnya Agus Minarni sempat mengirimkan pesan via WhatsApp kepadanya menginformasikan kalau pesawat yang ditumpangi terbang terlambat atau delay.

Baca Juga:Keluarga Yakin Kopilot Diego Mamahit Selamat: Recovery di Keadaan Terburuk

"Bu Ustazah Agus Minarni memberi tahu bahwa dia akan terbang terlambat, meski tidak ada pemberitahuan delay. Saya juga diberi tahu kalau di Jakarta lagi hujan, jadi akan terbang menunggu hujan reda,” jelas Muhammad Yasin.

Mendapat pesan itu, Muhammad Yasin membalas silakan diinfokan lebih lanjut jika pesawat sudah mau terbang.

Chat WA Agus Minarni dengan sopir taksi. (dok.Suarakalbar.co.id)
Chat WA Agus Minarni dengan sopir taksi. (dok.Suarakalbar.co.id)

“Lalu pada pukul 14.05, ibu ustazah kembali mengirim pesan ke saya bahwa pesawat sudah akan berangkat. Saya balas, bahwa saya memperkirakan beliau akan sampai pada pukul empat sore. Beliau lalu jawab dengan mengiyakan,” kata Yasin.

Setelah tahu sang calon penumpang dalam penerbangan menuju Pontianak, Muhammad Yasin pun bergegas ke bandara.

Setibanya di bandara, dia menunggu di lokasi parkir. Namun hingga pukul 16.30 WIB, Muhammad Yasin mulai gelisah karena pesawat tidak kunjung tiba.

Baca Juga:Co-Pilot Sriwijaya SJ 182 Diego Mamahit Hilang Bertugas, Ini Kata Keluarga

Setelah lama menunggu, kegelisahannya pun berubah menjadi panik usai mendengar pesawat yang ditumpangi calon penumpangnya hilang kontak, terjatuh di perairan Kepulauan Seribu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini