alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bupati Landak Karolin Tak Ikut Divaksin Covid-19

Husna Rahmayunita Rabu, 27 Januari 2021 | 16:49 WIB

Bupati Landak Karolin Tak Ikut Divaksin Covid-19
Bupati Landak Karolin Margret Natasa (Ist)

Karolin menyampaikan permohonan maaf.

SuaraKalbar.id - Vaksinasi Covid-19 tahap pertama dilakukan di sejumlah daerah Kalimantan Barat hari ini, Rabu (17/1/2021) termasuk di Kabupaten Landak.

Namun Bupati Landak  Karolin Magret Natasa tak ikut divaksin Covid-19. Dia menyampaikan permohonan maaf.

Vaksinasi Covid-19 tahap perdana di Landak diberikan kepda sejumlah orang. Mulai dari Sekda Landak Vinsensius, Kapolres Landak, Danyon Armed Ngabang, Kepala BPS Landak serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), 

Karolin mengatakan vaksinasi dosis pertama yang dilakukan kepada sejumlah Forkopimda Landak untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 aman untuk didistribusikan sesuai prosedur medis.

Baca Juga: Kritik Pemerintah, dr Tirta Tak Setuju Vaksinasi Mandiri Perusahaan

""Vaksin ini langsung akan kita suntikan kepada forkopimda untuk memberikan contoh kepada masyarakat bahwa vaksin aman," ujarnya seperti dikutip SuaraKalbar.co.id (jaringan Suara.com).

Dia menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menjadi orang pertama di Landak yang mendapatkan vaksin Covid-19, sebab tengah mengandung.

"Seperti saya hamil, sehingga tidak bisa divaksin. Jadi mohon maaf," ungkap Karolin.

Sementara itu vaksin Covid-19 yang tiba di Landak diperuntukkan sekitar 1.200 orang. Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak 2 dosis. Dosis kedua akan diberikan setelah 14 hari pemberian dosis pertama.

Vaksin Covid-19 Tenaga Kesehatan. (Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim)
Vaksin Covid-19 Tenaga Kesehatan. (Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim)

Vaksin Covid-19 Tak Diprioritaskan Bagi Ibu Hamil

Baca Juga: Jokowi Pakai Singlet Saat Divaksin, Istana: Presiden Merasa Lebih Nyaman

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC)  telah memperingatkan bahwa orang hamil dengan Covid-19 mungkin pada peningkatan risiko untuk hasil yang merugikan lainnya, seperti kelahiran prematur.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait