Tips Menjaga Kebugaran Saat Puasa di Usia 30-an, Tetap Bugar dan Produktif

Tanpa strategi yang tepat, tubuh lebih mudah lemas, kurang fokus, bahkan berisiko mengalami penurunan performa fisik.

Suhardiman
Kamis, 19 Februari 2026 | 13:08 WIB
Tips Menjaga Kebugaran Saat Puasa di Usia 30-an, Tetap Bugar dan Produktif
Ilustrasi tidur (pexels/Andrea Piacquadio)
Baca 10 detik
  • Dokter Risky Dwi Rahayu membagikan kiat menjaga kebugaran saat puasa bagi usia 30-an.
  • Kiat penting termasuk tidur siang singkat untuk mengatasi kelelahan akibat perubahan jadwal tidur.
  • Disarankan olahraga aerobik dan latihan beban, serta memperhatikan asupan karbohidrat serta protein.

SuaraKalbar.id - Menjaga kebugaran saat puasa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang memasuki usia 30-an. Pada fase usia ini, metabolisme mulai melambat, massa otot berangsur berkurang, dan tingkat stres akibat pekerjaan cenderung meningkat.

Tanpa strategi yang tepat, tubuh lebih mudah lemas, kurang fokus, bahkan berisiko mengalami penurunan performa fisik.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Risky Dwi Rahayu, membagikan sejumlah kiat praktis agar tubuh tetap prima selama Ramadan, melansir Antara:

1. Tidur Siang Singkat

Meluangkan waktu untuk tidur siang singkat di sela aktivitas bisa membantu mencegah tubuh terasa lemas. Tidur siang singkat bisa mengisi kekurangan waktu tidur karena harus bangun lebih awal untuk sahur dan memberi tubuh kesempatan untuk beristirahat sebentar.

2. Olahraga

Olahraga bisa membantu menjaga kebugaran tubuh. Pilihan jenis olahraga semasa berpuasa, menurut dia, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik masing-masing individu.

Risky mencontohkan, latihan aerobik bisa dilakukan untuk menjaga dan memperbaiki fungsi jantung dan paru-paru.

"Latihan aerobik itu bagusnya kita lakukan 150 menit per minggu, dengan catatan intensitasnya sedang. Itu tidak perlu dilakukan dalam satu waktu, boleh dibagi jadi tiga sampai lima kali seminggu," katanya.

3. Latihan Beban

Mereka yang ingin menguatkan otot dan tulang, menurut dokter Risky, dapat melakukan latihan beban dua sampai tiga kali dalam seminggu.

"Minimal pengulangan itu delapan kali, kemudian untuk set-nya itu dua kali dan boleh dinaikkan sesuai kemampuan," ujarnya.

"Kalau pakai calisthenic atau dumbbell atau barbel, itu juga boleh, atau mesin yang ada di gym," sambungnya

4. Asupan Karbohidrat dan Protein

Ia menganjurkan mereka yang ingin berolahraga selama berpuasa mengatur asupan karbohidrat dan protein untuk memenuhi kebutuhan energi dan pembentukan massa otot.

Kebutuhan nutrisi selama berpuasa bisa dipenuhi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang pada saat sahur dan berbuka serta menikmati camilan di antara waktu berbuka dan sahur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini