alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miris, 332 Desa di Kalbar Masih 'Gelap' Belum Dapat Listrik

Husna Rahmayunita Jum'at, 26 Februari 2021 | 12:46 WIB

Miris, 332 Desa di Kalbar Masih 'Gelap' Belum Dapat Listrik
Ilustrasi desa belum dapat listrik. [Antara]

Kebutuhan listrik di Kalbar 20 persen juga diimpor.

SuaraKalbar.id - Belum lama ini, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengusulkan proyek pengadaan listrik di Kalbar.

Hal ini dipicu lantaran masih ada ratusan desa di Kalbar yang belum teraliri listrik hingga tahun ini.

Setidaknya ada 332 desa masih 'gelap'. Selian itu, kebutuhan listrik di Kalbar 20 persennya juga diimpor dari Malaysia.

"Di Kalbar masih ada 332 desa gelap gulita belum dapat listrik. Ini jadi keluhan masyarakat ke pemerintah," ujar Sutarmidji saat rapat virtual koordinasi dengan Menteri PPN/ Kepala Bappennas Suharso Monoarfa, Rabu (25/2/2021).

Baca Juga: Nekat Sit Up di Tiang Listrik, Pria Ini Bikin Repot Satu Kampung

Kondisi ini memantik perhatian Ketua DPD RI AA La Nyalla Mattaliti. Menurutnya, harus segera ada solusi dari pemerintah.

"Saya meminta agar kebutuhan dasar ini segera diselesaikan oleh pemerintah," kata La Nyalla, dalam keterangan persnya yang diterima Antara, Kamis (26/2).

Ia mengaku, sempat tersentak dengan pernyataan Sutarmidji yang menyatakan bahwa 20 persen listrik di Kalbar dipasok dari Malaysia.

"Pernyataan Gubernur Kalbar itu membuat kami miris. Saya menyesalkan mengapa hal tersebut luput dari pengetahuan pemerintah pusat dan baru sekarang disampaikan," ungkap mantan Ketua Umum PSSI itu.

(Shutterstock)
(Shutterstock)

Dia menilai listrik merupakan kebutuhan mendasar dan amat vital bagi kehidupan masyarakat, sebab setiap aktivitas pasti memerlukan listrik. Selain untuk menerangi ,juga untuk energi rumah tangga dan aktivitas produksi lainnya.

Baca Juga: Motor Listrik Jadi Kendaraan Operasional ASN di Bandung

La Nyalla menyebut, wilayah yang belum teraliri listrik sama dengan daerah tertinggal. Otomatis hal tersebut membutuhkan perhatian serius pemerintah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait