facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh, Pengawasan Prokes di Pontianak Disebut Mulai Longgar

Husna Rahmayunita Selasa, 23 Maret 2021 | 19:53 WIB

Duh, Pengawasan Prokes di Pontianak Disebut Mulai Longgar
Ilustrasi penerapan prokes di tempat umum. [ANTARA FOTO/Arnas Padda]

Menurutnya pengawasan tersebut penting demi menekan angka positif COVID-19.

SuaraKalbar.id - Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 hingga kekinian belum juga usai. Penerapaan protokol kesehatan (prokes) terus digencarkan guna mencengah penularan COVID-19.

Namun pengawasan prokes di Kota Pontianak, Kalimantan Barat disebut mulai longgar beberapa waktu belakangan..

Hal itu disampaikan oleh Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalimantan Barat.

"Kami melihat dalam beberapa minggu ini pengawasan terkait COVID-19 di Kota Pontianak ini sudah melonggar," kata Ketua Umum Kalbar, Muhammad Ali Fahmi, Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Munarman Bacakan Eksepsi Rizieq: Penguasa Zalim Jangan Diagung-agungkan!

SEMMI Kalbar mewakili mahasiswa-mahasiswa di Pontianak menyampaikan aspirasi melalui rapat temu pendapat bersama DPRD Pontianak.

Menurutnya pengawasan tersebut penting demi menekan angka positif COVID-19 di Kalimantan Barat dan khususnya di Kota Pontianak.

"Kami berharap untuk ke depannya pengawasan ini agar dapat diperketat demi menekan angka kasus positif COVID-19 sehingga perekonomian Kota Pontianak kembali stabil," ujarnya.

Polisi Tindak 38 Tempat Usaha Langgar Protokol Kesehatan di Sumut. [Ist]
Polisi Tindak 38 Tempat Usaha Langgar Protokol Kesehatan di Sumut. [Ist]

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Subandi menyampaikan pihaknya sudah melakukan upaya-upaya dengan melakukan koordinasi instansi-instansi terkait dalam rangka penanganan COVID-19.

"Upaya-upaya yang dilakukan DPRD berkoordinasi instansi-instansi terkait dalam rangka penanganan COVID-19 sudah rutin kami lakukan, terutama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak," katanya.

Baca Juga: Tak Sudi Rizieq Dijerat Pasal Penghasutan, Munarman Ungkit Duit Rp50 Juta

Ia juga mengatakan vaksinasi telah selesai dilakukan dan tahap kedua akan dilakukan dengan lebih mengutamakan para lanjut usia (lansia).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait