Mengintip Merdunya Tawa Anak-anak Melalui Dongeng di Bumi Mananjak

Pegiat literasi mendatangi Bumi Mananjak, mengait senyum hingga tawa anak-anak dengan mendongeng di hari Storytelling sedunia.

M Nurhadi
Sabtu, 03 April 2021 | 11:13 WIB
Mengintip Merdunya Tawa Anak-anak Melalui Dongeng di Bumi Mananjak
Dongeng anak-anak di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Antara)

"Kami berterima kasih. Semoga menjadi kebaikan buat kita semua. Semoga anak-anak tambah senang," katanya singkat.

Jarak yang ditempuh untuk sampai di Desa Lingga tidak lah sebentar, waktu tempuh dari ibu kota kabupaten sekitar 2,5 jam.

Perjalanan itu juga harus ditempuh dengan melewati jalan Trans Kalimantan, lalu masuk ke kawasan desa melewati jembatan kuning yang legendaris.

Meskipun begitu Ahmad Sofian yang akrab disapa Sofie, dan rekan-rekannya tak gentar sama sekali, dengan senang hati mereka menempuh perjalanan itu agar bisa sampai di desa lalu membacakan dongeng untuk anak-anak.

Baca Juga:Hari Dongeng Sedunia: Kapan Diperingati, Sejarah, Tujuan dan Maknanya

Dongeng yang diberikan kepada anak-anak dengan cara yang baik dan menyenangkan diyakini dapat meningkatkan kecerdasan moral antara sebelum dan setelah mendengar dongeng.

Bahkan, jika diberikan dengan baik dan terus menerus, seorang anak akan memiliki tingkat kecerdasan moral yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak mendapat penyampaian nilai moral melalui mendongeng.

Dongeng itu sendiri merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng merupakan bentuk cerita tradisional.

Dongeng sangat bermanfaat bagi anak-anak seperti membiasakan membaca, mendapat nilai-nilai kehidupan dan budi pekerti, mengembangkan imajinasi dan kreativitas, sekaligus sebagai upaya menjaga cerita-cerita tradisional daerah agar tetap bertahan dan terus diingat dari generasi ke generasi.

"Cerita tradisional daerah kita di Kalimantan Barat, khususnya di Kubu Raya juga tidak kalah ragam dan narasinya. Setiap daerah pasti punya cerita. Walau pada saat ini perlu untuk lebih didengar, direkam bahkan dituliskan, agar terjaga dan berkelanjutan," kata Ahmad Sofian lagi.

Baca Juga:Terinspirasi Dunia Dongeng, Dior Perkenalkan Koleksi Terbaru dalam AW21

Para penggiat literasi di Kubu Raya yang selama ini senantiasa melakukan kegiatan literasi kali ini berupaya memaksimalkan momen Hari Dongeng.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini