Pembangunan diupayakan sedapat mungkin menggunakan metode "cut and fill", sehingga meminimalkan pembukaan lahan hutan.
Kalau pun ada areal yang bolong-bolong akan segera dihijaukan lagi dengan tanaman yang lebih rindang dan lebih hijau. Luasan yang akan dihijaukan ia sebut tergantung Detail Engineering Design (DED) yang sedang difinalkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR.
"Yang pasti akan lebih banyak kawasan hijaunya dari pada kawasan huniannya (terbangun)," ujar dia. (Antara)
Baca Juga:Tuai Kontroversi, Jokowi Unggah Revisi Desain Istana Negara Ibu Kota Baru