Gus Sahal Klaim Ramadhan Tahun Ini Sangat Spesial karena Tanpa FPI

"Ramadhan saat ini sebenarnya adalah Ramadhan yang sangat spesial," ujarnya.

Husna Rahmayunita
Selasa, 13 April 2021 | 09:27 WIB
Gus Sahal Klaim Ramadhan Tahun Ini Sangat Spesial karena Tanpa FPI
Akhmad Sahal atau Gus Sahal dalam Video YouTube Cokro TV (YouTube/CokroTV).

SuaraKalbar.id - Gus Sahal menilai bulan Ramadhan kali ini sebagai momen spesial karena tanpa kehadiran Front Pembela Rakyat (FPI).

Gus Sahal menuturkan ini menjadi kali pertama Ramadhan tanpa FPI sejak tahun berdirinya ormas tersebut pada 1998 yang kemudian resmi dibubarkan oleh pemerintah pada Desember 2020 lalu.

Hal itu disampaikannya lewat video yang ditayangkan kanal YouTube Cokro TV, Senin (12/4/2021)

"Ramadhan saat ini sebenarnya adalah Ramadhan yang sangat spesial, karena pada saat inilah untuk pertama kalinya, Ramadhan tanpa keberadaan FPI," ungkap Gus Sahal.

Baca Juga:Penumpang KRL Commuter Boleh Buka Puasa di Dalam Gerbong Selama Ramadhan

Dia mengatakan sejak berdirinya berdirinya, beberapa bulan setelah Soeharto jatuh, baru kali ini menjalani puasa tanpa kehadiran ormas yang selalu tampil dengan seragam putih-putih.

"Selalu mengklaim melakukan anti kemaksiatan, tapi dengan cara-cara penggalangan massa, sweeping, menggeruduk, dan main hakim sendiri. Sekarang itu tidak kita lihat lagi, mulai Ramadhan tahun ini," tambahnya.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika tersebut menilai pelarangan FPI oleh pemerintah merupakan sebuah langkah tepat.

Ilustrasi FPI.( sinarlampung.co)
Ilustrasi FPI.( sinarlampung.co)

Gus Sahal merinci alasan terkait pandangannya tersebut. Pertama, kata dia, keputusan pelarangan FPI menandakan sinyal kalau pemerintah tegas dengan kelompok intoleran. Terlebih sebelumnya muncul desakan agar pemerintah menindak kaum-kaum intoleran.

"Jadi sebelumnya kan selalu ada kekecewaan dan tuntutan agar Pak Jokowi tegas terhadap kelompok intoleran. Ini bukti kalau pemerintah tegas harus kita syukuri," ungkap Gus Sahal.

Baca Juga:Suasana Salat Tarawih di Masjid Gedhe Kauman Digelar Dengan Terapkan Prokes

Sementara alasan kedua, Gus Sahal menyoroti eksistensi FPI selama ada di RI yang kerap menggaungkan gerakan amar ma'ruf nahi mungkar. Dia berpendapat klaim tersebut justru bertentangan dengan cara yang dilakukan oleh FPI.

"FPI melakukan nahi mungkar, tetapi cara-cara yang dipakai itu justru kemungkaran. Jadi ini sesuatu yang bertentangan dengan spirit amar makruf nahi mungkar," tegasnya.

Gus Sahal menyebut, amar makruf nahi mungkar tak bisa dilakukan secara sewenang-wenang dan harus mengikuti aturan. Namun ormas yang dikomandoi Rizieq Shihab justru tak melanggarnya.

Brimob dan tentara bongkar atribut FPI di Petamburan, Jakarta Pusat. (Suara.com/Novian)
Brimob dan tentara bongkar atribut FPI di Petamburan, Jakarta Pusat. (Suara.com/Novian)

"Nahi mungkar harus didasarkan pada pemerintah yang sah (ulil amri) dalam hal ini pemerintahan Jokowi kalau tidak bisa main hakim sendiri, ujung-ujungnya chaos," kata Gus Sahal.

"Selanjutnya, FPI sebagai kelompok yang nahi mungkar itu juga bermasalah karena caranya pakai kemungkaran seperti kekerasan, pemaksaan kehendak, sweeping, intimidasi, penggerudukan. Jadi, ini bertentangan," sambungnya.

Dua hal tersebut, kata Gus Sahal, menjadi masalah bagi FPI sendiri. Menegakkan amar makruf nahi mungkar dengan kemungkaran justru membuat FPI mencoreng citra agama Islam.

"Islam itu ditampilkan oleh FPI jadi sesuatu yang garang, menakutkan, dan sesuatu yang membuat orang ngeri melihat Islam," ujar Gus Sahal.

Oleh karenanya, Gus Sahal bersyukur akhirnya FPI resmi dilarang oleh pemerintah. Dia berharap hal ini terus berlanjut dan menjadi titik pijak untuk melangkah melawan segala bentuk premanisme agama, dan premanisme berjubah.

"Jadi dengan adanya Ramadhan tanpa FPI ini, semoga ke depan Indonesia menjadi lebih baik dan pemerintah semakin menunjukkan konsistensinya untuk tegas terhadap kelompok intoleransi, terutama kelompok intoleransi berbasis agama," pungkas Gus Sahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini