Daerah Kendor Tangani Corona, Sutarmidji Ancam Tak Transfer Dana Bagi Hasil

Dia menekankan pentingnya testing dan tracking.

Husna Rahmayunita
Jum'at, 23 April 2021 | 18:51 WIB
Daerah Kendor Tangani Corona, Sutarmidji Ancam Tak Transfer Dana Bagi Hasil
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. (Antara/Nuritasya)

SuaraKalbar.id - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyoroti sejumlah daerah yang mulai kendor menangani pandemi COVID-19 menyusul penerapan PPKM Kalbar.

Dia memberikan ultimatum kepada daerah yang minim melakukan pemeriksaan (testing) dan pelacakan (tracking) kasus COVID-19  yakni dengan menunda transfer dana bagi hasil (DBH).

"Daerah yang saya nilai tidak serius boleh catat, saya tidak akan transfer dana bagi hasilnya. Terserah mau lapor ke mana, karena sudah mengabaikan keselamatan masyarakat," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/4/2021),

Sutarmidji menyebutkan Kabupaten Sintang, Sekadau, Sanggau, dan Melawi sebagai daerah rawan penularan COVID-19.

Baca Juga:Pandemi Belum Berakhir! MUI Imbau Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Dia juga khawatir dengan Kayong Utara dan Kubu Raya karena pemeriksaan COVID-19 di kedua daerah itu masih sangat rendah.

"Saya bingung juga dengan daerah-daerah ini, di mana mereka sulit menyampaikan sampel swab saja. Padahal sampel swab tersebut kemudian ditangani di lab kita, jadi apa susahnya," katanya.

Dia menekankan pentingnya testing dan tracking kasus dalam upaya pengendalian penularan COVID-19.

Plh Kadinkes Bengkayang mengunjungi PDP dan melakukan tracking dan pengambilan swab. (Antara/Dedi)
Plh Kadinkes Bengkayang mengunjungi PDP dan melakukan tracking dan pengambilan swab. (Antara/Dedi)

Kalau pemeriksaan dan pelacakan kasus berjalan baik, kata dia, penularan COVID-19 akan bisa ditemukan dan ditangani sejak dini.

"Sehingga tingkat fatalitasnya rendah, tingkat kematiannya juga rendah, dan orang juga bisa sembuh. Kalau mau membuat keterjangkitan virus nol itu sulit, tidak mungkin. Yang penting itu menjaga imunitas orang supaya bisa melawan virus itu," katanya.

Baca Juga:MUI: Salat Idul Fitri di Rumah Saja!

Daerah-daerah yang aktif melakukan testing dan tracking bisa menemukan banyak kasus dan kemudian mengendalikan penularan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini