facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tragedi Nanggala 402, Pendiri PAN Usul Jokowi Bentuk Komisi Independen

Husna Rahmayunita Selasa, 27 April 2021 | 03:50 WIB

Tragedi Nanggala 402, Pendiri PAN Usul Jokowi Bentuk Komisi Independen
KRL Nanggala 402 saat berlayar [bennyberry/dok]

Ia berpendapat, publik mesti pengambil pelajaran atas musibah yang terjadi.

SuaraKalbar.id - Tragedi KRI Nanggala 402 tenggelam meninggalkan kesedihan mendalam bagi korps TNI, keluarga kru kapal dan publik Indonesia. Eks Politikus PAN Abdillah Toha turut berduka atas musibah tersebut.

Kendati begitu, Abdillah Toha enggan menganggap musibah ini sebagai kabar duka semata. Ia berpendapat, publik mesti pengambil pelajaran atau hikmah atas tragedi KRI Nanggala 403 tenggelam.

Pendapat tersebut disampaikan oleh Abdillah Toha melalui cuitan diakun Twitter pribadinya, Senin (26/4/2021).

"Kita tidak boleh berhenti hanya berduka pada tragedi Nanggala 402. Kita harus menarik pelajaran darinya agar peristiwa serupa tak terulang," cuitnya.

Baca Juga: Cerita Istri Serda Pandu ingin Anak Pertamanya Dinamai Nanggala

Lebih lanjut, pendiri PAN tersebut mengusulkan kepada Presiden Jokowi supaya membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab tenggelamnya KRI Nanggala 402. Dengan begitu diharapkan, kejadian buruk tak akan terulang kembali.

"Presiden agar mengangkat komisi independen untuk mengorek sebab musabab terjadinya tragedi itu," sambungnya.

Cuitan Abdillah Toha soal tragedi Nanggala 402. (Twitter/AT_Abdillah Toha)
Cuitan Abdillah Toha soal tragedi Nanggala 402. (Twitter/AT_Abdillah Toha)

Kapal Terbelah Tiga Bagian

KRI Nanggala 402 telah berhasil ditemukan di kedalaman 838 meter Minggu (25/4/2021) setelah dinyatakan hilang sejak Rabu (21/4).

Namun saat ditemukan kondisi tubuh kapal selam terbelah menjadi tiga bagian.

Baca Juga: Prabowo Sebut Pendidikan Anak-anak 53 ABK KRI Nanggala Dijamin Kemenhan

"Dari tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan pada kedalaman 838 meter, terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Minggu (25/4/2021).

"Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian," lanjut Laksamana Yudo Margono.

Selanjutnya ditunjukkan pakaian escape suit MK11 yang diambil oleh Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot dalam air.

Foto bawah laut yang menunjukkan kemudi kapal selam KRI Nanggala 402. (TNI AL via CNA)
Foto bawah laut yang menunjukkan kemudi kapal selam KRI Nanggala 402. (TNI AL via CNA)

"Ini adalah pakaian escape suit MK11 yang tadi ini diambil oleh ROV MV Swift Rescue. Pakaian ini sempat keluar kemudian dijepit," kata Laksamana Yudo Margono.

Selain itu ditunjukkan pula potongan badan kapal. Di antaranya ada bagian kemudi, dan buritan.

Seluruh Awak KRI Nanggala 402 Gugur

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebelumnya menyatakan seluruh awak KRI Nanggala-402 meninggal dunia alias gugur. Hal itu diketahui berdasar bukti-bukti otentik yang ditemukan.

Bukti-bukti otentik itu diketahui dari gambar hasil tangkapan kamera dalam air dengan bantuan multibeam sonar, magnetometer, hingga ROV.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait