facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gibran Positif COVID-19, Begini Kondisi Jan Ethes

Pebriansyah Ariefana Rabu, 14 Juli 2021 | 17:08 WIB

Gibran Positif COVID-19, Begini Kondisi Jan Ethes
Gibran Rakabuming Raka bersama istrinya, Selvi Ananda, putra pertamanya Jan Ethes Srinarendra, dan anak keduanya yang baru lahir, La Lembah Manah, di bangsal RS PKU Muhammadiyah Solo, Jumat (15/11/2019). (Istimewa/ Agus Suparto)

Hal itu diceritakan Gibran sendiri, Rabu (14/7/2021).

Dalam SE Wali Kota tersebut mengatur tentang penyelenggaraan Salat Idul Adha dan pelaksanaan kurban 2021. Selain juga mengatur mengenai pelaksanaan pernikahan bagi masyarakat.

"SE Wali Kota terbaru ini hanya merevisi tempat ibadah sama hajatan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, Selasa (13/7/2021).

Dalam SE tersebut tertulis tempat ibadah (masjid, musala, gereja, pura, vihara, dan klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

Putra sulung Gibran Rakabuming Raka, Jan Ethes bermain bersama Paspampres dalam kegiatan di Taman Balekambang, Solo. [Youtube @Berita Surakarta)
Putra sulung Gibran Rakabuming Raka, Jan Ethes bermain bersama Paspampres dalam kegiatan di Taman Balekambang, Solo. [Youtube @Berita Surakarta)

Tertulis juga meniadakan Salat Idul Adha 1442 H/2021 di masjid/musala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan atau tempat umum lainnya.

Baca Juga: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Terpapar COVID 19

Kemudian menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melantunkan takbir di rumah masing-masing.

Apabila akan diadakan kegiatan takbir di masjid/musala agar dilaksanakan sebatas oleh pengurus takmir paling banyak 3 (tiga) orang dan disiarkan melalui pengeras suara/virtual, sehingga kaum/jamaah masjid/mushola dapat mengikuti dari rumah masing-masing.

Untuk pelaksanaan kurban berpedoman pada Surat Edaran (SE) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Untuk pelaksanaan kegiatan akad nikah/pemberkatan dihadiri maksimal 10 (sepuluh) orang (termasuk pengantin) dengan membawa hasil negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 1 x 24 jam setiap individu di tempat yang telah disetujui oleh Satgas penanganan Covid-19 Kota Solo dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat. Karena memang masih ada masyarakat yang menggelar hajatan pernikahan dengan mengundang banyak orang.

Baca Juga: Pemkot Solo Larang Isoman di Rumah, Gibran Isolasi Mandiri Dimana?

"Hanya dibatasi maksimal 10 orang saja dan hanya untuk ijab, pemberkatan tidak boleh untuk pestanya," kata dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait