"Tak ada yang berani mendekati Herlan. Ia seperti orang mabuk dan di tangannya juga masih menenteng parang,” kata warga setempat yang bergelar Utuk.
Setelah sampai di rumah, warga mendapati Dedi sudah berlumuran darah, lemas tak bergerak lagi.
Warga pun buru-buru membawanya ke RSHD Barabai, namun nyawanya tak tertolong. Dedi mengalami luka sabetan parang pada bagian pinggang, bahu dan terparah di bagian tengkuk belakang leher.
Sedangkan Herlan melarikan diri sambil membawa parang yang diduga digunakan untuk membacok Dedi.
Baca Juga:Biadab! Dibakar Cemburu, Kakek Tega Bunuh Istrinya Sendiri
"Herlan lari ke arah perkebunan dan hutan, kami tidak berani mengejar," kata Utuk.
Saat kejadian tidak ada satu orang pun yang berada di lokasi. Adapun motif pembunuhan tersebut belum diketahui pasti.
"Kalau tidak Herlannya sendiri yang mengatakan tidak ada orang yang tau," lanjutnya.
Kasus pembunuhan ini masih diselidiki oleh anggota Sat Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST).
"Polisi sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan sekarang masih proses penyelidikan. Tersangka masih dalam proses pengejaran," Kasubbag Humas Polres HST, Iptu Soebagiyo.
Baca Juga:Tenang usai Bunuh Istri Pakai Linggis, Kakek Ending Pura-pura Minta Tolong Warga