alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bengkayang Zona Merah, Ucok Menduga Saatnya Gelar Ritual Basamsam

Husna Rahmayunita Rabu, 18 Agustus 2021 | 14:06 WIB

Bengkayang Zona Merah, Ucok Menduga Saatnya Gelar Ritual Basamsam
Ritual Basamsam di Bengkayang, Kalimantan Barat. (Antara/Wati)

Penetapan status ini membuat terkejut sejumlah pihak.

SuaraKalbar.id - Berdasarkan laporan terkini dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Bengkayang masuk zona merah merah Covid-19.

Penetapan status ini membuat terkejut sejumlah pihak lantaran menurut data pemerintah kabupaten kasus Covid-19 di Bengkayang menurun.

Asisten III bagian Umum dan Administrasi Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Ucok P. Hasugian, mengaku mendapatkan informasi terkait penetapan status zona merah ini dari Kepala BPBD Provinsi Kalbar.

"Saya kaget, dan langsung bertanya kepada pak dr Made (Plt. Kadinkes) yang kebetulan duduk di sebelah kanan saya. Beliau juga terkejut dan bingung. Padahal data kita menurun kata beliau," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Daftar Terkini RT Zona Merah di Jakarta: Sisa 3 RT

Ia pun menilai, penetapan status ini perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Kalau benar Bengkayang Merah, sementara saat ini justru terjadi penurunan kasus, artinya perlu ditelusuri data Provinsi juga, apakah ini data Ril," sambungnya.

Namun, karena ini sudah ditetapkan oleh Dinas Prov Kalbar, (berdasarkan judul gambar di atas di data dasboard) maka Satgas Covid-19 Kabupaten Bengkayang bersama seluruh masyarakat harus mematuhi aturan, di mana PPKM Level 4 diberlakukan.

"Semua stakeholder harus bekerjasama, harus mentaati protokol kesehatan. Covid-19 itu nyata namun masih banyak warga yang tidak percaya, tidak memakai masker, tidak mematuhi protokol kesehatan dan masih sering berkumpul. Kalau sudah terkonfirmasi baru menyalahkan pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika memang Bengkayang zona merah, maka mungkin sudah waktunya warga menggelar Basamsam atau lockdown lokal versi masyarakat setempat.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Klaim Tak Ada RT Zona Merah dan Orange di Wilayahnya

Basamsam sendiri juga dimaknai sebagai ritual bersih kampung, tolak bala dan penyakit. Saat pembelakukan lockdown lokal tersebut, semua aktivitas akan dihentikan, seperti untuk berpantang, berpuasa, dan berdoa memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa agar Bengkayang terbebas dari Pandemi Covid-19.

"Mari bersama-sama kita lawan Covid-19, bersama kita bisa," katanya. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait