Jangan Asal Makan Saat Puasa! Ini Tips Pola Makan Sehat Selama Ramadan

Jika pola dan porsi makan tidak seimbang, dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang bahkan bisa menjadi berlarut-larut.

Suhardiman
Senin, 23 Februari 2026 | 13:57 WIB
Jangan Asal Makan Saat Puasa! Ini Tips Pola Makan Sehat Selama Ramadan
Ilustrasi berbuka puasa dimulai dengan air putih atau teh hangat dan kurma sebelum menyantap makanan utama. [Gemini Ai]
Baca 10 detik
  • Prof. Trina Astuti menyarankan pola makan saat berbuka puasa dimulai dengan perlahan untuk menghindari kejutan lambung.
  • Prof. Trina juga menekankan pentingnya memilih karbohidrat indeks glikemik rendah dan menyeimbangkan protein saat puasa.
  • BPJS Kesehatan mendorong peserta JKN mengecek risiko kesehatan tahunan melalui Skrining Riwayat Kesehatan di Mobile JKN.

SuaraKalbar.id - Asupan makanan yang dikonsumsi selama bulan puasa berpengaruh terhadap kesehatan, sehingga pola, porsi, dan jenis makanan yang dikonsumsi perlu disesuaikan.

Jika pola dan porsi makan tidak seimbang, dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang bahkan bisa menjadi berlarut-larut.

Hal ini dikatakan oleh Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II Prof Trina Astuti, melansir dari Antara, Senin, 23 Februari 2026.

"Saat berpuasa perut kosong lebih dari 8 jam, maka saat berbuka harus makan perlahan supaya perut tidak kaget. Minum air putih atau teh manis hangat, dilanjutkan dengan kurma, baru dilanjutkan dengan makanan utama setelah sholat maghrib. Konsumsi ini dapat memberikan energi secara berangsur," kata Trina.

Pilihan jenis makanan juga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh seseorang saat itu. Misalnya, bagi penderita diabetes, disarankan memilih sumber karbohidrat dengan indeks glikemik yang rendah di bawah 55 supaya gula darahnya tetap stabil saat berbuka puasa.

"Misalnya, beras basmati, beras merah, oat, roti gandum, atau pasta gandum utuh. Proteinnya pun harus seimbang mencakup protein nabati, protein hewani, serta buah dan sayur sebagai sumber seratnya," ujarnya.

Ia mengingatkan untuk memperhatikan proporsi makanan. Misalnya, karbohidrat harus lebih sedikit saat sahur, sementara saat berbuka puasa perbanyak sumber protein.

"Untuk memenuhi kebutuhan air harian selama puasa, atur pola minum juga. Misalnya, 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hindari teh, kopi, dan gorengan berlebihan saat sahur maupun berbuka puasa,” ungkapnya.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengingatkan masyarakat untuk memantau risiko kesehatan dengan memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan pada Aplikasi Mobile JKN. Skrining Riwayat Kesehatan ditujukan bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas dan dilakukan setahun sekali.

“Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, apakah berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Skrining ini dilakukan setahun sekali, tapi besar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di masa depan. Makin cepat diketahui seberapa besar risiko seorang peserta mengidap penyakit kronis, makin cepat ditangani. Artinya, jika sudah diketahui sejak dini, maka makin besar pula peluang peserta tersebut untuk mencegah kondisinya bertambah parah,” ungkap Rizzky.

Dalam skrining ini, peserta JKN diarahkan untuk mengisi sejumlah pertanyaan untuk mengetahui apakah dirinya berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Prosesnya dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, chat Whatsapp PANDAWA di nomor 08118165165, lewat website resmi BPJS Kesehatan, atau dengan datang langsung ke FKTP.

Apabila hasil Skrining Riwayat Kesehatan menunjukkan peserta JKN tersebut berisiko, maka ia akan segera diarahkan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk menjalani pemeriksaan maupun penanganan lebih lanjut dari dokter.

Sebagai langkah antisipatif jika perlu berobat, Rizzky mengingatkan masyarakat untuk memeriksa status aktif-tidaknya kepesertaan JKN mereka. Adapun cara mengecek status kepesertaan JKN tersebut dapat dilakukan melalui PANDAWA, Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 165, maupun dengan mengunjungi kantor BPJS Kesehatan terdekat.

“Selagi masih sehat, sempatkan lah untuk mengecek status kepesertaan JKN Anda. Prosesnya tidak lama, namun penting dilakukan supaya tidak terkendala saat tiba-tiba sakit. Kalau status kepesertaan JKN kita aktif, sudah ada kepastian jaminan pembiayaan dari BPJS Kesehatan apabila sewaktu-waktu peserta JKN perlu segera membutuhkan layanan kesehatan,” imbau Rizzky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak