Saking stresnya, Ibnu Jamil sampai menangis dan berpikir tak bisa menemukan jalan pulang.
"Akhirnya pas kita ketemu ada satu orang pertama yang menemukan kita di situ, gue nangis karena gue kayaknya ngerasa antara hidup dan mati saat itu," kata dia.
Ia melajutkan, "Awalnya masih ketawa-ketawa, makin ke sana permainan kita udah mulai serius, kita bukan untuk main lagi. Tapi bagimana caranya kita bertahan hidup di dalam hutan kaya gitu,"
Begitu mencekam, selama di hutan, Ibnu Jamil tak bisa menghubungi istri dan keluarganya. Bahkan sang istri sampai menghubungi teman di Kalimantan untuk mencari keberadannya.
Baca Juga:Dijual ke Mucikari, Ayah Lulusan S2 Al Azhar Kairo Paksa Putrinya yang Masih SMP jadi PSK
Beruntung, presenter olahraga itu bertemu dengan seorang warga hingga akhirnya bisa keluar hutan Kalimantan.
"Nggak ada sinyal! Sinyal terakhir kita dapet di desa Semangu, itu hari kedua. Empat hari lainnya kita nggak ada sinyal sama sekali. nggak bisa ngabarin keluarga," kata Ibnu," sambungnya.
"Awalnya istri izinin tapi ternyata dua hari, tiga hari nggak kabar, dia langsung panik minta cariin temennya yang ada di Kalimantan. Terus temennya aja bilang, 'gila itu daerah masih rawan banget'. Karena belom ada orang ke sana dan akhirnya bisa pulang dengan selamat," imbuhnya.
Semenjak kejadian itu, Ibnu Jamil dilarang oleh istrinya pergi ke pedalaman yang tidak ada sinyal.
(Dezellynda Madya Ratri)
Baca Juga:Seorang Ibu di Mempawah Tewas saat Perbaiki Parabola, Ini Kata Polisi