Sejarah Bengkayang, Berasal dari Kata Tionghoa Bermakna Jauh

Sejarah Bengkayang Kalimantan Barat.

Dythia Novianty
Selasa, 28 September 2021 | 13:47 WIB
Sejarah Bengkayang, Berasal dari Kata Tionghoa Bermakna Jauh
Bukit Sepancong di Bengkayang, Kalimantan Barat. (Antara/Dedi)

Kondisi alam yang kedua adalah daratan dan perbukitan yang terdiri dari Kecamatan Capkala, Samalantan, Monterado, Bengkayang, Teriak, Sungai Betung, Suti Semarang, Lumar, Sanggau Ledo, Seluas, Siding. Jagoi Babang, dan Siding.

Wilayah ini memiliki iklim tropis dengan curah hujan cukup tinggi pada bulan September sampai bulan Januari.

Kawasan Bengkayang di Masa Kolonial

Asal usul nama Bengkayang dalam bahasa Tionghoa adalah La La yang bermakna jauh. Awalnya desa ini merupakan sebuah desa bagian wilayah Sambas.

Baca Juga:Wisata Alam Kapuas Hulu: Danau Sentarum, Air terjun Lubuk Mantuk, Goa Beluan

Desa Bengkayang merupakan tempat singgah para pedagang dan penambang emas. Bengkayang pada masa pendudukan Belanda merupakan bagian wilayah Afdeling Van Singkawang.

Air Terjun Riam Marum, wisata Bengkayang, Kalimantan Barat. (YouTube/Djelajah Borneo)
Air Terjun Riam Marum, wisata Bengkayang, Kalimantan Barat. (YouTube/Djelajah Borneo)

Kemudian setelah perang dunia II berakhir, daerah tersebut dibagi menjadi daerah otonom Kabupaten Sambas yang membawahi empat kawedanan.

Kontributor : Kiki Oktaliani

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini