Viral Kisah Kegagalan Evakuasi Mbah Maridjan saat Gunung Merapi Meletus: Menanggung Sumpah

Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 4,9 juta kali dan mendapatkan 300 ribu tanda suka.

Pebriansyah Ariefana | Ruth Meliana Dwi Indriani
Jum'at, 01 Oktober 2021 | 07:11 WIB
Viral Kisah Kegagalan Evakuasi Mbah Maridjan saat Gunung Merapi Meletus: Menanggung Sumpah
Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 4,9 juta kali dan mendapatkan 300 ribu tanda suka.

Warga tersebut rupanya ikut mengikuti teladan dari Mbah Maridjan. Mereka semua menolak untuk dievakuasi oleh para relawan, hanya 10 menit sebelum tersapu awan panas.

"Namun, keenam warga tersebut juga menolak untuk dievakuasi."

Para relawan pun akhirnya pergi tanpa membawa Mbah Maridjan dan para warga itu. Sekitar pukul 18.45 WIB, awan panas dari Merapu menyapu bersih kawasan tersebut.

"18.45 WIB. Kinahrejo tersapu awan panas."

Baca Juga:Viral! Gelar Sidang Kelulusan saat Opname, Mahasiswi Ini Bikin Salut

Keesokan harinya, keenam warga yang memilih bertahan itu ditemukan meninggal karena awan panas. Mereka meninggal bersama dengan Mbah Maridjan sampai seorang relawan dan jurnalis lainnya.

Viral video kegagalan evakuasi Mbah Maridjan saat Gunung Merapi Meletus. Alasan Mbah Maridjan tidak ingin dievakuasi sempat heboh, namun untuk sebagian orang yang mengerti, akan memahami secara benar.
Viral video kegagalan evakuasi Mbah Maridjan saat Gunung Merapi Meletus. Alasan Mbah Maridjan tidak ingin dievakuasi sempat heboh, namun untuk sebagian orang yang mengerti, akan memahami secara benar.

"Paginya, keenam warga Kinahrejo tersebut ditemukan tewas tersapu awan panas erupsi Merapi, 26 Oktober 2010 bersama sang juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, relawan PMI Tutur Prijono, dan seorang jurnalis online Yuniawan Wahyu Nugroho."

Akun ini juga menjelaskan kematian Mbah Maridjan karena menanggung sumpah suci untuk menjaga Gunung Merapi. Sumpah itu sudah diucapkannya di bawah sang pemberi tugas, Sultan Hamengkubuwono IX.

"Juru kunci Merapi, Mas Penemu Surakso Margo atau Mbah Maridjan tewas karena menanggung sumpah suci yang diucapkannya di hadapan pemberi tugas Sri Sultan Hamengkubuwono IX."

"Sumpah sebagai penjaga keselarasan antara alam (Merapi) dan manusia yang hidup di lerengnya. Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai pemberi sumpah wafat pada tanggal 2 Oktober 1988."

Baca Juga:Viral Penjual Buah Pakai Strategi Marketing Tingkat Dewa, Pantes Banyak yang Beli

Lebih lanjut, akun ini juga menjelaskan mengenai sumpah yang dijalankan Mbah Maridjan hingga akhir hayatnya. Namun, tindakan Mbah Maridjan yang tetap memegang sumpah itu dinilai sebagai bentuk tanggung jawab besar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini