alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejumlah 14 Karyawan Pinjol Ilegadi Kalbar Ditetapkan Sebagai Saksi

Chandra Iswinarno Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:52 WIB

Sejumlah 14 Karyawan Pinjol Ilegadi Kalbar Ditetapkan Sebagai Saksi
Petugas Polda Kalbar memeriksa perlengkapan kantor PT SRD di Pontianak, beberapa waktu lalu. Polda Kalbar menetapkan 14 karyawan perusahaan itu sebagai saksi. [ANTARA/HO-Humas Polda Kalbar]

Sejumlah 14 karyawan PT Sumber Rejeki Digital (SRD) masih ditetapkan menjadi saksi oleh Polda Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kasus dugaan pinjaman online (pinjol) ilegal.

SuaraKalbar.id - Sejumlah 14 karyawan PT Sumber Rejeki Digital (SRD) masih ditetapkan menjadi saksi oleh Polda Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kasus dugaan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Polisi Donny Charles Go. Selain itu, dia juga menjelaskan, perkembangan hasil pemeriksaan, jika PT SRD tidak menyelenggarakan pinjol.

Namun, PT SRD berfokus dalam melaksanakan penagihan jarak jauh atau desk collection.

"Desk collection itu hampir sama seperti debt collector, di dunia nyata disebutnya debt collector, kalau di dunia maya disebutnya desk collection,” katanya seperti dikutip Antara di Pontianak pada Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: UU Pelindungan Data Pribadi Bisa Beri Kejelasan Hukum untuk Korban Pinjol Ilegal

Ia menjelaskan, tugas mereka melakukan penagihan terhadap nasabah yang bekerjasama atau melakukan peminjaman dengan 14 aplikasi pinjol yang posisinya tidak berada di Pontianak, sehingga ada sekitar 22.530 orang yang menjadi nasabah di perusahaan itu.

"Setelah kami telusuri ternyata 14 aplikasi pinjaman online ini memang tidak memiliki izin yang sah, minimal memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Go.

Jumlah karyawan di perusahaan itu beserta pimpinannya sebanyak 65 orang.

"Kemarin yang kami tahan baru 14 orang dengan berbagai posisi masing-masing, yang kini statusnya sebagai saksi. Sebelum bekerja, mereka akan diberi akses berupa username dan password yang digunakan untuk melihat data nasabah yang melakukan pinjaman dari 14 aplikasi pinjaman online," katanya.

Ia menyatakan, mereka memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, HRD dan assiten HRD yang bertugas melakukan perekrutan karyawan, kapten yang bertugas melakukan pengawasan kepada desk collection dan desk collection yang bertugas menagih kepada nasabah yang menunggak pembayaran.

Baca Juga: Cara Mudah Mengetahui Pinjaman Online Ilegal

Menurut dia, ada beberapa cara pihak desk collection melakukan penagihan terhadap nasabahnya, yakni pengingat 2 (mengingatkan nasabah tahap 1), yaitu melakukan penagihan dengan cara menelpon langsung dan mengirimkan pesan salinan di WA yang isinya hanya mengingatkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait