Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang Bernard Saragih mengatakan, saat ini debit air di Jalan Lintas Melawi memang masih tinggi.
"Jalan Lintas Melawi tergenang banjir akibat curah hujan cukup tinggi yang terjadi sejak malam hingga subuh dini hari," ujarnya.
Jika dilihat sekilas, Jalan Lintas Melawi bak sungai yang biasa dilintasi perahu bermesin. Selain jalanan, rumah warga, ruko dan rukan serta rumah ibadah di kawasan itu juga tergenang.
Lantaran itu, ia mengimbau agar warga tetap waspada dengan situasi kondisi di musim hujan karena dikhawatirkan debit air naik.
Baca Juga:Respons Banjir Sintang, Pemkab Setempat Siapkan 32 Titik Lokasi Pengungsian
"Saya mengimbau warga tetap waspada. Segera hubungi petugas," imbaunya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Sintang AKP Refandri Meidika Putra meminta warga yang tidak berkepentingan untuk mengurungkan niat melintasi Jalan Lintas Melawi.
"Jalan ini hanya bisa dilewati mobil besar. Seperti truk. Kalau pun ada yang mau melintasi jalan ini, dia harus di belakang truk tersebut," jelaanya.
Meski begitu, truk pun terkadang mogok saat melintasi jalan ini. Warga yang nekat melintas jalan ini akhirnya harus mengantre. Karena, kendaraan sepeda motor maupun mobil kecil tidak bisa lewat begitu saja.
Pelintas harus dipandu agar bisa melewati jalan yang banjir dengan lancar.
Baca Juga:Banjir di Sintang Masih Tinggi Sebabkan Listrik Padam, Bayi-bayi Dievakuasi ke Pengungsian
Truk tronton dari relawan dan Dinas PU pun masih menjadi andalan untuk bantuan melintasi jalan ini. Ada juga yang menggunakan jasa penyewaan perahu.