alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Singkawang Diterjang Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Sebabkan Kerusakan

Eleonora PEW Sabtu, 04 Desember 2021 | 19:36 WIB

Singkawang Diterjang Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Sebabkan Kerusakan
Ilustrasi gelombang pasang [pixabay]

Pengunjung yang sedang berada di bibir pantai pun diminta berhati-hati.

SuaraKalbar.id - sejumlah pendopo yang berada di Pasir Panjang Singkawang mengalami kerusakan akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang menerjang Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (3/12) malam.

"Kejadiannya tadi malam (Jumat,red)," kata salah satu pedagang Pasir Panjang Singkawang, Rasio, Sabtu.

Menurutnya, angin kencang sudah terjadi sejak tiga hari lalu, begitu pula dengan ombak laut yang cukup tinggi, sehingga pengunjung yang sedang berada di bibir pantai diminta berhati-hati.

Secara terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengatakan, cuaca buruk yang terjadi saat ini menyebabkan gelombang tinggi di perairan Singkawang hingga Sambas bagian utara.

Baca Juga: Bertujuan Perlancar Arus, Dishub Singkawang Sosialisasikan Ruang Henti Khusus

"Ketinggian gelombang diprakirakan terjadi di perairan Singkawang tersebut diantara 2,5 hingga 4 meter, dan terjadi antara periode 3 hingga 5 Desember," kata Nanang.

Sedangkan pada periode 6 sampai 7 Desember, ketinggian gelombang di perairan Singkawang akan meningkat, dengan ketinggian gelombang mencapai 4 sampai 6 meter.

Dengan kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi ini, Nanang mengimbau masyarakat khususnya para nelayan, ABK kapal tongkang, kapal feri dan kapal lainnya yang berlayar agar memperhatikan risiko keselamatan.

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Di mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada," pesannya.

Potensi gelombang tinggi ini, katanya, didasari hasil pemantauan terhadap kehadiran awan penghujan yang sangat besar di sekitar Laut Cina Selatan hingga Laut Natuna Utara, serta awan penghujan dari Sumatera.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Puncak Musim Hujan Antara Januari Hingga Februari 2022

"Awan-awan penghujan tersebut, akan diprakirakan bergerak menuju wilayah laut dan perairan di sebelah barat Kalimantan Barat," ujarnya.

Keberadaan awan-awan tersebut diprakirakan menyebabkan terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, serta naiknya tinggi gelombang laut. [ANTARA]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait