facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi UAS di Deportasi dari Singapura, Sempat Ditahan Selama 4 Jam

Bella Selasa, 17 Mei 2022 | 14:37 WIB

Kronologi UAS di Deportasi dari Singapura, Sempat Ditahan Selama 4 Jam
UAS menjelaskan dirinya dideportasi dari Singapura (Youtube.com)

"Apa kata anak umur 4 tahun itu, 'kita ini dipenjara ya?' Anak 4 tahun tahu itu dipenjara, 3 jam pula kami disitu,"

SuaraKalbar.id - Kabar mengejutkan datang dari Ustadz Abdul Somad atau UAS yang baru-baru ini diketahui dirinya dideportasi  ketika ingin menikmati waktu liburan  Singapura (16/5).

Lewat kanal YouTube HAI GUYS OFFICIAL, UAS mengakui bahwa kejadian tersebut memang benar terjadi pada dirinya.

"Info bahwa saya dideportasi dari imigrasi Singapura itu betul, bukan hoax," ujar UAS dengan tersenyum.

Dalam video yang berdurasi 13 menit tersebut, UAS bercerita bagaimana awal mula dirinya tiba di Singapura hingga akhirnya dideportasi.

Baca Juga: Koordinator KBRI Singapura: Ustad Abdul Somad Bukan Dideportasi tapi Ditolak karena Izin Masuk Tak Penuhi Syarat

UAS menjelaskan dirinya berangkat menggunakan kapal dari Batam menuju ke pelabuhan Tanah Merah, Singapura lewat Batam pada Senin siang, 16 Mei 2022.

Tak pergi sendirian, UAS juga ditemani oleh istri dan anaknya serta seorang teman lain yang juga membawa istri dan kedua anaknya, total rombongan saat itu adalah 7 orang yang bertujuan untuk menikmati hari libur.

Setiba dilokasi pada pukul 13.30 WIB, para rombongan masuk ke pintu imigrasi dan UAS berada diposisi antrian paling akhir.

UAS menuturkan persyaratan melewati imigrasi cukup mudah, hanya dengan melakukan pengecekan dokumen, scan pasport dan cap jari.

Seluruh rekan UAS yang berada diantrian depan berhasil lolos, namun ketika sudah mengenai antrian UAS, dirinya kemudian ditahan oleh petugas kantor imigran yang membantu membawa kopernya tersebut.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Disebut Dideportasi dari Singapura, KBRI Beri Penjelasan

Oleh petugas yang menahan UAS, dirinya diminta untuk menunggu pada lorong imigrasi dan tak menyerahkan koper UAS yang didalamnya berisikan perlengkapan bayi milik anak UAS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait