facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dikabarkan Meninggal Dunia karena Jatuh dari Kamar Mandi, Ternyata Ibu di Sragen Dibunuh Anak Kandungnya Sendiri

Bella Kamis, 07 Juli 2022 | 06:00 WIB

Dikabarkan Meninggal Dunia karena Jatuh dari Kamar Mandi, Ternyata Ibu di Sragen Dibunuh Anak Kandungnya Sendiri
Ilustrasi garis polisi, TKP tindak kejahatan. [Shutterstock]

Pelaku kemudian membuat skenario seolah-olah ibunya jatuh di kamar mandi karena kecelakaan dengan menyiapkan ember berisi air

SuaraKalbar.id - Seorang ibu di Sragen yang sempat dikabarkan meninggal dunia akibat terjatuh di kamar mandi, ternyata merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.

Hal tersebut diungkap oleh Satuan Reskrim Polres Sragen dengan menangkap pelakunya, di Kampung Widoro, Kelurahan Sragen Wetan, Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

“Pelaku kasus pembunuhan tersebut berinisial DP alias M (33), anak kandung korban,” kata Kepala Polres Sragen, AKBP Piter Yonatta, dalam konferensi Pers di Kantor Polres Sragen, Rabu.

Korban bernama Setyo Rini (53) awalnya dikabarkan meninggal dunia karena terjatuh di kamar mandi di rumahnya, pada tanggal 28 Juni.

Baca Juga: Ketemu Tiara Andini, Sikap Ibu Alshad Ahmad Jadi Sorotan

Awalnya kejadian itu tidak mencurigakan dan korban dimakamkan sebagaimana mestinya.

Namun, setelah pihak keluarga dan masyarakat berkumpul melakukan pemakaman ada informasi bahwa ada kejanggalan-kejanggalan.

“Ada warga yang mendengar korban sebelum meninggal terjadi cekcok dengan pelaku," kata Yonatta.

Warga yang mengetahui hal itu kemudian melapor ke Polsek Sragen untuk diselidiki.
Polisi pun memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti kemudian disimpulkan kematian korban ada indikasi kejanggalan.

Satuan Reskrim Polres Sragen memutuskan untuk meminta izin pihak keluarga untuk membongkar makam korban.

Baca Juga: Tak Terima Ditegur karena Mencuri Bambu, Pemuda di Sumba Barat Daya Bacok Anak Pemilik Tanaman hingga Tewas

"Jadi pada 30 Juni dilaporkan ke Polsek. Kami kemudian berkoordinasi dengan tim Dokkes Polda Jateng untuk menurunkan tim guna membongkar makam korban, pada 3 Juli 2022," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait