Pria Paruh Baya di Pontianak Utara Cabuli Anak Tetangga: Melihat Korban Sesudah Mandi

Aksi pelaku pun terjadi lantaran kondisi sekitar dalam keadaan sepi.

Denada S Putri
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 20:01 WIB
Pria Paruh Baya di Pontianak Utara Cabuli Anak Tetangga: Melihat Korban Sesudah Mandi
Ilustrasi pencabulan. [Adobe stock]

SuaraKalbar.id - SJ, seorang pria paruh baya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Lantaran, melakukan pencabulan terhadap anak tetangganya sendiri.

Anak tersebut katanya masih di bawah umur. Peristiwa nahas itu terjadi di wilayah Kecamatan Pontianak Utara.

“Perbuatan tercela pelaku ini lantaran rasa penasaran terhadap korban, karena melihat korban sesudah mandi, sedang berganti pakaian di kamarnya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Indra Asrianto, melansir dari SuaraKalbar.co.id--Jaringan Suara.com, Jumat (12/8/2022) siang.

Aksi pelaku pun terjadi lantaran kondisi sekitar dalam keadaan sepi. Melihat hal itu, pelaku langsung masuk ke dalam kamar, dan melakukan tindakan asusila ke korban.

Baca Juga:5 Perilaku yang Membuat Pria Terlihat Menarik di Mata Wanita

“Korban ini teriak dan di dengar oleh orang tuanya sehingga orang tua korban langsung mengusir pelaku untuk keluar rumah,” katanya.

Tak terima anaknya diperlakukan dengan tak senonoh, orang tua korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 atau Pasal 82 UU RI Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.

News

Terkini

Menurut pelapor, dalam melakukan 'roasting' kepada korban, terlapor menggunakan kata yang kurang sopan. Atas kejadian tersebut korban merasa dicemarkan nama baiknya

News | 19:25 WIB

Kepada saudara ketua panitia pelaksana Abdul Haris, sebagai ketua pelaksana pertandingan tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup

News | 19:00 WIB

Vihara ini merupakan yang termegah di Kota Singkawang dan dipastikan akan menjadi destinasi wisata religi baru di kota ini

News | 18:28 WIB

kami mediasi dengan pihak majikan yang menahannya selama 17 tahun, dan pihak majikan tersebut juga telah membayar upahnya yang tidak pernah dibayar selama 17 tahun

News | 17:49 WIB

Sudah disampaikan pada saat apel lima jam sebelumnya. Jadi ini memang kami melihat ada tindakan preventif yang sudah dilakukan, dari internal kepolisian

News | 17:20 WIB

Banjir terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi, kami khawatir banjir semakin tinggi dan meluas jika kembali turun hujan

News | 16:46 WIB

Sudah kami konfirmasi Kapolres, bahwa tidak ada perintah untuk menutup pintu. Sehingga harapannya memang 15 menit (sebelum pertandingan usai) itu dibuka

News | 16:10 WIB

Tidak ada perintah dari kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan excessive dengan gas air mata, tidak ada

News | 15:50 WIB

Polisi indo terkenal karena prestasi (salah) Polisi indo terkenal karena arogansi (benar)

News | 14:58 WIB

Saya Prabowo Subianto Menteri Pertahan RI mengucapkan turut berdukacita dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban tragedi stadion Kanjuruhan, Malang

News | 13:54 WIB

Anggota Kodim 1510 Kepulauan Sula ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

News | 13:00 WIB

Tim pencari fakta diminta bekerja kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan. Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui

News | 12:23 WIB

Shalat Ghaib digelar untuk mendoakan korban meninggal dunia dan dapat dilaksanakan setelah shalat Jumat pada 7 Oktober 2022

News | 12:17 WIB

Beri kami waktu tiga pekan, kami akan selesaikan kasus ini, semua sama di mata hukum jadi tidak ada yang ditutup-tutupi. Saya mohon semua pihak bersabar

News | 11:47 WIB

Kehadiran seribuan lebih suporter Barito Putera itu untuk menyalakan lilin demi menyampaikan duka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur

News | 11:40 WIB
Tampilkan lebih banyak