2 Orang Tim Patroli Harimau Sumatra Meninggal Dunia Usai Kamp Tertimpa Kayu

Saat ini cuaca hujan sehingga menjadi kendala bagi tim gabungan untuk mengevakuasi dua orang ini dari TNKS

Bella
Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:14 WIB
2 Orang Tim Patroli Harimau Sumatra Meninggal Dunia Usai Kamp Tertimpa Kayu
Ilustrasi Tim Patroli Harimau Sumatra di Bengkulu. Dua anggota TIm Patroli Harimau Sumatra di Bengkulu tewas.

SuaraKalbar.id - Gunawan Saifullah (polisi kehutanan) dan Sudirman (anggota Patroli Harimau Sumatra) yang tergabung sebagai Tim Patroli Harimau Sumatra di Bengkulu meninggal dunia saat melakukan patroli rimba di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Bukit Punjung, Kabupaten Mukomuko.

Keduanya meninggal dunia setelah kamp mereka beristirahat tertimpa kayu.

Terkait kejadian tersebut,tim gabungan dari Polhut, Basarnas, polsek, dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap dua orang polhut dari TNKS.

"Saat ini cuaca hujan sehingga menjadi kendala bagi tim gabungan untuk mengevakuasi dua orang ini dari TNKS," uja Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Mukomuko Aprin Sihaloho dalam keterangannya di Mukomuko, Rabu.

Dirinya mengungkapkan, kejadian bermula pada hari Senin (15/8). Tim Patroli Harimau Sumatera (PHS) yang terdiri atas satu polhut dan tiga anggota PHS berangkat dari mes TNKS Resor Bengkulu Utara dan Mukomuko menuju kawasan TNKS di Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko untuk melaksanakan patroli rimba selama 7 hari.

Pada hari kedua patroli, Rabu (17/8) sekitar pukul 8.00 WIB, Koordinator PHS Unit Bengkulu Geovril Seven menerima telepon dari salah satu anggota tim Slamet Riyadi yang melaporkan bahwa sekitar pukul 07.00 WIB kamp tim beristirahat tertimpa kayu.

Dalam peristiwa yang terjadi di dalam kawasan TNKS wilayah Bukit Punjung (Resor Bengkulu Utara-Mukomuko, SPTN Wilayah VI Argamakmur) tersebut, dilaporkan tiga anggota tim dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami luka-luka.

Koordinator PHS-KS/Kepala Resor Bengkulu Utara-Mukomuko lantas meminta bantuan tim PHS yang ada di luar, polsek, dan tenaga medis Puskesmas Kecamatan Pondok Suguh

Selain itu, berkoordinasi dengan pemerintahan desa setempat, masyarakat dari Desa Pondok Suguh sebanyak delapan orang telah naik menuju TKP pada pukul 11.00 WIB.

Tim PHS-KS, BKSDA Bengkulu, polsek, Puskesmas Pondok Suguh, dan masyarakat sebanyak 20 orang menuju tempat kejadian peristiwa pada pukul 12.00 WIB.

Karena di TKP tidak terdapat jaringan komunikasi, kata dia, baru bisa dapat update terbaru setelah tim evakuasi sampai di pinggir hutan pada Rabu pukul 17.40 WIB melalui melalui telepon. (Antara)

Baca Juga:Ketua DPRD Kota Parepare Andi Nurhatina Tipu Meninggal Dunia di Rumah Sakit

News

Terkini

Dimana reklame-reklame tersebut terdapat tunggakan pajak dan hingga kini belum ada penyelesaian oleh pihak pemilik reklame

News | 09:00 WIB

Ini kan kami memanggil tersangka, bukan kami yang dipanggil disuruh ke sana

News | 08:00 WIB

NGERI !! DETIK DETIK SALMET MAARIF MELAKUKAN PERCOBAAN PEMBUNUHAN TERHADAP PRESIDEN DI ISTANA!!

News | 07:00 WIB

Gempar ! Sambuo divonis bebas? Ada apa dengan polri?

News | 06:30 WIB

Lebih bagus lagi kalau PKB-PDIP koalisi saja untuk nanti 2024, pasangan mbak Puan-Cak Imin, kombinasi yang pas untuk Indonesia

News | 06:00 WIB

dari awal naiknya harga BBM hingga sekarang polisi kubu raya masih melakukan patroli, SPBU ini tiap malam pak polisi singgah untuk menanyakan stok BBM

News | 21:22 WIB

Pemeriksaan itu sudah dilakukan sejak Senin lalu. Ikuti saja

News | 21:14 WIB

Ada tiga terduga pelaku yang terlibat dalam pembobolan mesin ATM ini yakni AS (31), R (48) dan seorang tersangka lainnya berinisial IH (27) yang masih dalam pencarian (DPO)

News | 21:07 WIB

Kritikan banyak, okeh (banyak) banget, terkait Bapak (Presiden Joko Widodo) ada, saya sendiri ada, yang lain-lain ada. Otak kosong, dungu, dan lain-lain, dibahas semua

News | 20:53 WIB

Dengan ini menuntut agar Majelis Hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa AKBP Dalizon dengan hukuman pidana penjara 4 tahun

News | 20:35 WIB

Foto ini semakin menegaskan, seberapa berjaraknya mereka dengan rakyat. Pura-pura merakyat aja gagal total

News | 19:00 WIB

Komisi Yudisial mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja untuk melakukan proses penegakan hukum setuntas-tuntasnya terhadap perkara ini

News | 18:21 WIB

Pak Lukas itu ada gejala penyakit ginjal, ada sakit jantung bocor jantung, dia itu jantungnya bocor dari kecil dan dia diabetes, tekanan darah tinggi

News | 18:05 WIB

Kebijakan manajemen BRI menempuh aksi korporasi buyback memang untuk meningkatkan kualitas karyawan.

News | 18:00 WIB

sifatnya juga tadi malam itu diperiksa dengan kapasitas sebagai lidik, jadi bukan sidik ya. Sehingga memang yang bersangkutan kapasitasnya sebagai saksi

News | 17:39 WIB
Tampilkan lebih banyak