Presiden Jokowi Baru Menerima Kalkulasi Harga BBM Bersubsidi, Nelayan di Kayong Utara Sudah Resah Harga Solar Mahal

Satu liter harga minyak solar harganya sebelas ribu rupiah dari pangkalan ke nelayan dengan harga begitu tinggi bagaimana kedepanya nasib kami selaku nelayan kecil

Bella
Sabtu, 03 September 2022 | 15:11 WIB
Presiden Jokowi Baru Menerima Kalkulasi Harga BBM Bersubsidi, Nelayan di Kayong Utara Sudah Resah Harga Solar Mahal
Suasana Pelabuhan Teluk Batang di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat - Nelayan di Teluk Batang resah karena harga solar mahal. (Foto: Dok. Antara)

SuaraKalbar.id - Keputusan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak subsidi tinggal menunggu waktu. Presiden Joko Widodo mengaku telah menerima kalkulasi harga BBM subsidi terbaru.

"Kalkulasinya sudah disampaikan kepada saya, hitung-hitungannya sudah disampaikan kepada saya. Tinggal ini kami putuskan," ungkap Jokowi di Bandarlampung, Sabtu (3/9/2022).

Meski begitu, Jokowi enggan menyampaikan kapan kenaikan harga BBM tersebut akan dimulai.

Terkait rencana kenaikan harga BBM tersebut, Jokowi mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk merumuskan perubahan harga subsidi energi secara hati-hati dan matang.

Baca Juga:Warganet Sindir Pemerintah yang Akhirnya Naikkan Harga BBM: Di Prank Terus Rakyatnya!

Hal tersebut bertujuan agar tidak menurunkan daya beli masyarakat dan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi, semuanya harus diputuskan dengan hati-hati, dikalkulasi dampaknya, jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga," ujar Jokowi di Jakarta, Selasa (23/8).

Sementara itu, para nelayan di Desa Alur Bandung Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat sudah kadung resah dengan wacana kenaikan harga BBM bersubsidi.

Bukan tanpa alasan, para nelayan di Teluk Batang mengaku harga solar di wilayahnya lumayan tinggi. Selain itu, para nelayan juga mengeluh karena kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Suryadi, salah seorang warga di Dusun Nelayan RT 13 Desa Alur Bandung mengaku kesulitan mendapatkan solar bersubsidi untuk puluhan kapal perahu nelayan yang ia bina.

Baca Juga:Harga BBM Subsidi Pertamina Resmi Naik Sabtu Siang Per 3 September 2022

“Belakangan ini semenjak ada isu kenaikan harga BBM oleh pemerintah, nelayan disini mulai sulit untuk mendapatkan BBM Khususnya jenis solar bersubsidi,” kata Suryadi, salah satu penampung ikan di dusun nelayan Rt 13 Desa Alur Bandung, Senin (29/8/2022).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini