Tiga Orang Tewas Akibat Kecelakaan Minibus Tabrak Angkot di Sukabumi

Ketiga korban tiba di RSUD R. Syamsudin S.H. Kota Sukabumi sudah dalam kondisi meninggal dunia, kemungkinan para korban kecelakaan lalu lintas ini meninggal di lokasi

Bella
Kamis, 22 September 2022 | 21:21 WIB
Tiga Orang Tewas Akibat Kecelakaan Minibus Tabrak Angkot di Sukabumi
Angkot dan minibus bertabrakan di Jalan Raya R.A Kosasih, Desa/Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Kamis (22/9/2022), yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia. (ANTARA/Aditya Rohman)

SuaraKalbar.id - Tiga Orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan minibus dan angkutan kota di Jalan Raya R.A. Kosasih, depan Perumahan Pesona Cibeureum Permai, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/9/2022)

"Ketiga korban tiba di RSUD R. Syamsudin S.H. Kota Sukabumi sudah dalam kondisi meninggal dunia, kemungkinan para korban kecelakaan lalu lintas ini meninggal di lokasi," kata Kepala Bagian Umum RSUD R. Syamsudin Kota Sukabumi Supriatno.

Ketiga korban meninggal dunia itu diketahui bernama Hapid Mulyana (sopir angkot), Didin (pedagang cakue), dan satu korban lainnya belum diketahui identitasnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, kecelakaan maut itu bermula saat minibus Mitsubhisi Expander bernomor polisi F 1349 OJ yang dikemudikan seorang wanita berinisial EH melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah Perumahan Pesona Cibeureum Permai menuju arah Jalan Raya R.A. Kosasih, Desa/Kecamatan Sukaraja.

Baca Juga:Braakk! Diduga Rem Blong, Bus Jurusan Solo-Tawangmangu Tabrak Pembatas Jalan, Ini Kronologinya

Saat hendak keluar perumahan, kondisi minibus tidak terkendali dan sempat menabrak palang pintu penjagaan. Pada saat bersamaan di Jalan Raya R.A. Kosasih dari arah Kota Sukabumi menuju Kecamatan Sukaraja melaju sebuah angkot 01 jurusan Sukabumi-Sukaraja bernopol F 1959 TZ yang dikemudikan Hapid Suryana.

Tabrakan pun tak terhindarkan, minibus tersebut menabrak bagian belakang angkot hingga terpental ke sisi kanan jalan dan menabrak gerobak serta pedagang cakue yang berada di sekitar lokasi. Sementara setelah menabrak angkot, minibus berwarna putih langsung menyeruduk sebuah warung.

Akibat kecelakaan yang terjadi, kondisi angkot hancur, sementara minibus rusak berat pada bagian depan. Selain itu, gerobak pedagang cakue serta warung milik Hendra juga rusak.

Adapun perempuan pengemudi minibus itu selamat dan hanya luka ringan. Namun benturan yang kencang mengakibatkan tiga orang korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Selain tiga korban meninggal, terdapat sejumlah warga yang berada di lokasi juga mengalami luka-luka.

Baca Juga:Kecelakaan Maut di Sukabumi, Angkot Ringsek Parah dan Makan Korban Jiwa

Diduga kecelakaan itu terjadi karena sopir minibus yang tidak hati-hati dan kehilangan konsentrasi. Antara

News

Terkini

Minibus menabrak bagian belakang sebuah truk yang melaju di depannya

News | 17:41 WIB

Ketua RT setempat mendatangi lokasi kejadian karena anak korban minta tolong, setelah kedua orangtuanya dibacok OTK

News | 17:29 WIB

Dengan cara menyanyi yang cukup lucu apalagi telah mengganti lirik tersebut, Intan lantas viral di sosmed.

News | 16:20 WIB

Pengejaran pun sempat terjadi yang dilakukan oleh warga dan Kasat Lantas Polres Buleleng setelah mendapati pelaporan.

News | 12:41 WIB

Diakuinya, masih ada beberapa aset yang perlu disertifikasi.

News | 08:00 WIB

Setelahnya, pembuatan laporan ke Polres Kubu Raya pun dilakukan.

News | 19:41 WIB

Dalam video tersebut, dengan berjongkok dihadapan soang itu, Naufal terlihat menyanyikan sebuah lagu.

News | 18:30 WIB

Tak hanya itu, terlihat pula pada tangkapan layar tersebut sang pemilik akun fetish.

News | 16:03 WIB

Pada video lainnya saat keadaan tak lagi memanas, seorang umat tampak meminta kompensasi.

News | 13:45 WIB

Namun, benarkah video tersebut merupakan peristiwa orang selesai shalat dan dihajar PKI?

News | 08:10 WIB

Sampai dengan periode survei dilakukan, Ganjar Pranowo menjadi pilihan tertinggi publik sebagai calon presiden

News | 07:35 WIB

Berdasarkan hasil mediasi, diduga bocah tersebut mengalami halusinasi karena melihat makhluk yang tidak kasatmata ketika kejadian

News | 07:20 WIB

Ini merupakan surat panggilan kedua, sebelumnya yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk hadir tanggal 12 September 2022 lalu

News | 06:05 WIB

Tambang ilegal sangatlah meresahkan karena selain merusak alam dan menimbulkan kerugian negara, juga membahayakan bagi pelakunya sendiri dan juga masyarakat

News | 21:58 WIB
Tampilkan lebih banyak