SuaraKalbar.id - Viral anjing milik seorang pastor diduga diracun hingga dicuri oleh dua orang pria tak dikenal yang berlokasi di Jalan Seram 2, Akcaya, Pontianak, Kalimantan Barat.
Kejadian tersebut viral usai rekaman CCTV detik-detik pencurian anjing tersebut tersebar di media sosial dan terjadi pada Minggu (03/03/2024) dini hari.
Lewat unggahan yang dibagikan akun @doniherdaru, seorang aktivis pencinta hewan, terlihat awalnya anjing kecil tersebut berhasil menyalip keluar dari pagar rumah dan memakan makanan yang diduga dicampur racun oleh pelaku.
Usai memakan makanan tersebut, sang anjing spontan terlihat bergelagat aneh.
Baca Juga:Pemkot Pontianak Resmi Tutup Ibizza Club, Bakal Buka Lagi dengan Nama Baru?
"Jago (nama anjing) terlihat linglung setelah memakan umpan hang (racun) ditebar pelaku. Kesadaran dan koordinasi otot otak Jago mulai menurun," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Selain itu, tak butuh waktu lama anjing tersebut tampak kejang-kejang dan menggelepar hingga membuatnya tercebur ke dalam selokan yang ada di depan rumah.
Tak berselang lama, dua orang pelaku lantas sempat melakukan pemantau dengan melintasi rumah korban dengan motor Vario CBS 125 dengan plat KB 5932 SAC yang dikendarai.
Dirasa aman, kedua pelaku lantas kembali melintasi rumah tersebut dan berhenti di depannya.
Tak butuh waktu lama, pelaku lantas mengeluarkan karung dan menangkap anjing malang tersebut yang kemudian mereka masukan ke dalam karung.
Kedua pelaku sendiri diduga keras telah melakukan praktik umum yang biasanya digunakan oleh pedagang anjing mendapatkan daging hewan yang nantinya akan mereka jual.
"Praktik pencurian dan peracunan anjing macam ini adalah bagaimana pedagang daging anjing mendapatkan supply," tambah keterangan dalam unggahan tersebut.
Menyikapi hal tersebut, NGO Animal Defenders Indonesia diketahui nantinya akan datang langsung ke Pontianak demi melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kalbar.
"Senin pagi tim @animaldefendersindo akan berangkat ke Pontianak, untuk pendampingan pelaporan," tegas Doni.
Kontributor : Maria