Konsumsi Mi Instan Boleh, Asal Dibatasi, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Namun, di balik kelezatannya, konsumsi mi instan tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Suhardiman
Senin, 02 Februari 2026 | 14:12 WIB
Konsumsi Mi Instan Boleh, Asal Dibatasi, Ini Penjelasan Ahli Gizi
Ilustrasi mi instan (freepik)
Baca 10 detik
  • Ahli gizi Diah Maunah menyatakan mi instan boleh dikonsumsi maksimal sebulan sekali sebagai makanan rekreasi.
  • Mi instan tinggi natrium dan lemak; satu porsi kuah bisa penuhi 75 persen kebutuhan natrium harian.
  • Konsumsi berlebihan dapat memicu penyakit degeneratif, hipertensi, gangguan ginjal, dan masalah saluran cerna.

SuaraKalbar.id - Mi instan telah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat. Rasanya yang gurih, harga terjangkau, mudah diperoleh, dan proses memasaknya yang praktis membuat mi instan kerap menjadi pilihan, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan. Namun, di balik kelezatannya, konsumsi mi instan tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Ahli gizi sekaligus anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), Diah Maunah, menegaskan bahwa mengonsumsi mi instan dalam waktu tertentu diperbolehkan asal jumlah konsumsinya dibatasi, yakni cukup satu bulan sekali atau hanya sebagai makanan “rekreasi”.

“Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, dan lemak, serta energi. Misal dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita sehingga 1 bulan 1 kali saja,” kata Diah, melansir Antara, Senin, 2 Februari 2026.

Salah satu perhatian utama dalam konsumsi mi instan adalah tingginya kandungan natrium dan lemak. Di mana satu porsi mi instan, terutama jenis mi instan kuah, dapat mengandung lebih dari 1.000 miligram natrium. Angka ini setara dengan sekitar 75 persen kebutuhan natrium harian seseorang.

“Jika kita ada hipertensi atau sensitif terhadap natrium maka tidaklah tepat mengonsumsi mi instan ini karena jatah natriumnya akan habis hanya dengan konsumsi satu bungkus mi kuah instan. Kebutuhan natrium seseorang dengan hipertensi maksimal adalah 1.200 miligram, di mi kuah instan antara 1000-1100 milligram per saji,” ujarnya.

Sebaiknya mi instan tidak dikonsumsi berlebihan selama musim hujan tanpa diimbangi dengan makanan sehat lainnya. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat konsumsi mi instan yang berlebihan di antaranya masalah penyakit degeneratif seperti kerusakan pada pembuluh darah, hipertensi yang dapat berujung pada gangguan fungsi ginjal, serta gangguan fungsi saluran cerna seperti iritasi lambung, dan usus.

Pada remaja juga bisa ditemukan hemoroid atau ambeien, sampai kanker usus karena riwayat makanan mi instan di setiap minggunya. Selain itu masalah obesitas juga dapat muncul jika mi instan dikonsumsi secara berlebihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini