Harga Cabai Rawit di Pontianak Ugal-ugalan, Pasokan Jawa Seret Jelang Ramadan

Menurutnya, tidak masuknya pasokan dari luar daerah membuat ketersediaan cabai rawit di pasaran menurun drastis.

Suhardiman
Rabu, 04 Februari 2026 | 14:51 WIB
Harga Cabai Rawit di Pontianak Ugal-ugalan, Pasokan Jawa Seret Jelang Ramadan
Cabai rawit. {Antara]
Baca 10 detik
  • Harga cabai rawit di Pasar Flamboyan Pontianak melonjak signifikan mencapai Rp75.000 per kilogram sejak tiga hari terakhir.
  • Lonjakan harga ini disebabkan minimnya pasokan cabai rawit dari Pulau Jawa menuju Kalimantan Barat saat ini.
  • Pasokan lokal dari Sanggau, Rasau Jaya, dan Kakap mendominasi pasar meskipun kebutuhan masyarakat masih tinggi.

SuaraKalbar.id - Harga cabai rawit di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan publik setelah ‘ugal-ugalan’ dalam beberapa hari terakhir.

Di Pasar Flamboyan, harga cabai rawit menembus angka Rp75.000 per kilogram. Lonjakan harga ini dipicu oleh minimnya pasokan cabai rawit dari Pulau Jawa.

Salah seorang pedagang di Pasar Flamboyan, Manto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai rawit mulai terjadi sejak tiga hari terakhir. Menurutnya, tidak masuknya pasokan dari luar daerah membuat ketersediaan cabai rawit di pasaran menurun drastis.

“Sudah tiga hari ini harga mulai naik karena cabai dari luar tidak masuk ke Kalimantan Barat,” katanya, melansir Suarakalbar, Rabu, 4 Februari 2026.

Sebelumnya, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Namun, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan mendorong harga melonjak hingga Rp75.000 per kilogram.

Saat ini, cabai rawit yang dijual pedagang didominasi hasil produksi lokal. Menurut Manto, pasokan cabai berasal dari beberapa daerah di Kalimantan Barat, seperti Sanggau, Rasau Jaya, dan Kakap.

“Sekarang cabainya lokal semua. Biasanya dari Sanggau, Rasau Jaya, dan Kakap,” katanya.

Tingginya kebutuhan masyarakat tidak sebanding dengan jumlah cabai yang tersedia di pasaran. Kondisi tersebut membuat harga sulit dikendalikan.

“Kebutuhan banyak, tapi cabainya kurang. Kami pedagang hanya mengikuti harga pasar,” ujarnya.

Menjelang bulan Ramadan, Manto memperkirakan harga cabai rawit masih berpotensi bertahan tinggi karena pasokan belum kembali normal. Ia juga mengaku belum dapat memastikan kapan harga akan kembali stabil.

Sementara itu, sejumlah komoditas lain terpantau relatif stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan. Harga bawang merah saat ini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih dijual seharga Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

“Bawang merah turun karena pasokan dari luar ada,” jelasnya.

Adapun harga cabai besar masih bertahan di kisaran Rp65.000 per kilogram. Untuk komoditas sayur-mayur, Manto memastikan harga masih stabil.

“Sayur-sayuran stabil, sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000. Bayam, kangkung, sayur keriting, semua di kisaran itu,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini