1.619 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Sumsel, Mayoritas dari China

Mayoritas TKA tersebut, 70 berasal dari China.

Suhardiman
Senin, 02 Februari 2026 | 11:36 WIB
1.619 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Sumsel, Mayoritas dari China
Ilustrasi pekerja menghancurkan paku bumi yang akan dijadikan tiang pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumsel. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 1.619 Tenaga Kerja Asing tercatat bekerja di Sumatera Selatan hingga tahun 2025, mayoritas berasal dari China.
  • TKA tersebut tersebar di 14 kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Muara Enim, terutama sektor pertambangan.
  • Setiap TKA wajib memiliki pendamping dari tenaga lokal untuk memastikan terjadi alih pengetahuan dan kompetensi.

SuaraKalbar.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan mencatat ada 1.619 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Sumsel hingga 2025. Mayoritas TKA tersebut, 70 berasal dari China.

Mereka tersebar di 14 kabupaten dan kota di Sumsel, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Muara Enim. Hal ini dikatakan oleh Kepala Seksi Purna Kerja dan TKA Disnakertrans Sumsel Baidiah Febriani.

"Jumlah TKA sekitar 1.619 orang dan hampir 70 persennya berasal dari China. Mereka paling banyak bekerja di Muara Enim, khususnya di sektor pertambangan,” katanya melansir Antara, Senin, 2 Februari 2026.

Selain di Muara Enim, kata Baidiah, TKA asal China juga bekerja di Kota Palembang, terutama di sektor industri, seperti di Pabrik Pupuk Sriwidjaja (Pusri).

“Di Palembang mereka ditempatkan di pabrik, seperti di Pusri. Mereka merupakan pekerja profesional untuk kebutuhan teknis dan operator mesin,” ujarnya.

Seluruh proses perizinan TKA dilakukan secara terpusat melalui kementerian terkait. Perusahaan pengguna TKA wajib mengajukan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang disertai tahapan wawancara dan verifikasi kompetensi.

“RPTKA diajukan karena memang dibutuhkan keahlian khusus, misalnya untuk pemasangan dan pengaturan mesin, termasuk turbin besar di pabrik,” ucapnya.

Terkait kekhawatiran berkurangnya kesempatan kerja bagi tenaga lokal, ia memastikan keberadaan TKA tidak menggeser tenaga kerja Indonesia. Ini karena setiap TKA diwajibkan memiliki tenaga kerja pendamping dari lokal.

“Tenaga kerja pendamping wajib dari tenaga lokal agar terjadi alih pengetahuan. Setelah TKA selesai bekerja, tenaga kerja lokal diharapkan dapat melanjutkan,” ungkap Febriani.

Selain dari China, TKA yang bekerja di Sumsel juga berasal dari sejumlah negara lain, seperti Malaysia dan Jepang, meskipun jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan TKA asal China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini