Ibu Menyusui Boleh Berpuasa Atau Tidak? Berikut Penjelasannya

Kekhawatiran umum meliputi produksi ASI menurun, bayi kekurangan asupan, hingga risiko dehidrasi pada ibu.

Suhardiman
Minggu, 01 Maret 2026 | 15:42 WIB
Ibu Menyusui Boleh Berpuasa Atau Tidak? Berikut Penjelasannya
ilustrasi ibu menyusui (freepik)
Baca 10 detik
  • WHO dan IDAI memperbolehkan ibu menyusui berpuasa jika kesehatan ibu dan bayi tetap optimal serta produksi ASI mencukupi.
  • Produksi ASI lebih dipengaruhi frekuensi menyusui daripada asupan kalori saat puasa, namun hidrasi sangat penting.
  • Ibu menyusui harus mengonsumsi 2,5-3 liter cairan saat berbuka dan sahur, serta makanan bergizi seimbang.

Ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 300–500 kalori per hari. Pastikan menu sahur dan berbuka mengandung:

  • Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum).
  • Protein berkualitas (telur, ayam, ikan, tahu, tempe).
  • Lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan).
  • Sayur dan buah kaya serat.

Menurut Kementerian Kesehatan, gizi seimbang tetap penting selama Ramadan untuk menjaga daya tahan tubuh.

3. Tidak Melewatkan Sahur

Sahur menjadi sumber energi utama sepanjang hari. Pilih makanan yang dicerna lebih lambat agar energi bertahan lama, serta tambahkan protein dan cairan yang cukup.

4. Kenali Tanda Bahaya pada Ibu

Segera batalkan puasa jika mengalami pusing berat atau hampir pingsan, mulut sangat kering dan jarang buang air kecil, jantung terasa berdebar cepat, lemas berlebihan karena sejumlah kondisi ini bisa menjadi tanda dehidrasi serius.

5. Rutin Cek Kondisi Bayi

Perhatikan tanda bayi mungkin kekurangan ASI, seperti contohnya bayi lebih rewel dari biasanya, frekuensi buang air kecilnya berkurang, dan berat badan tidak naik sesuai grafik pertumbuhan. IDAI menyarankan untuk melakukan pemantauan berat badan bayi secara rutin.

6. Istirahat Cukup

Kurang tidur dapat memengaruhi stamina dan hormon produksi ASI. Usahakan tidur siang singkat dan hindari aktivitas fisik berat selama berpuasa.

7. Konsultasi dengan Dokter

Jika bayi berusia di bawah enam bulan atau lahir prematur, konsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi sangat dianjurkan sebelum memutuskan berpuasa.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Berpuasa?

Ibu menyusui disarankan menunda puasa apabila bayi lahir prematur, produksi ASI rendah, bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan ibu memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, anemia berat, atau gangguan tiroid. Perlu diingat, dalam Islam, sesungguhnya kesehatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama.

Kiat aman berpuasa bagi ibu menyusui fokus pada tiga hal utama, yaitu kecukupan cairan, asupan gizi seimbang, serta pemantauan kondisi ibu dan bayi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini