Ibu Menyusui Boleh Berpuasa Atau Tidak? Berikut Penjelasannya

Kekhawatiran umum meliputi produksi ASI menurun, bayi kekurangan asupan, hingga risiko dehidrasi pada ibu.

Suhardiman
Minggu, 01 Maret 2026 | 15:42 WIB
Ibu Menyusui Boleh Berpuasa Atau Tidak? Berikut Penjelasannya
ilustrasi ibu menyusui (freepik)
Baca 10 detik
  • WHO dan IDAI memperbolehkan ibu menyusui berpuasa jika kesehatan ibu dan bayi tetap optimal serta produksi ASI mencukupi.
  • Produksi ASI lebih dipengaruhi frekuensi menyusui daripada asupan kalori saat puasa, namun hidrasi sangat penting.
  • Ibu menyusui harus mengonsumsi 2,5-3 liter cairan saat berbuka dan sahur, serta makanan bergizi seimbang.

SuaraKalbar.id - Puasa Ramadan adalah momen spiritual yang sangat dinantikan. Namun, bagi ibu menyusui, muncul pertanyaan besar: bolehkah ibu menyusui berpuasa tanpa mengganggu produksi ASI dan kesehatan bayi?

Kekhawatiran umum meliputi produksi ASI menurun, bayi kekurangan asupan, hingga risiko dehidrasi pada ibu. 

Bolehkah Ibu Menyusui Berpuasa?

Menurut World Health Organization (WHO), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama sangat penting bagi bayi. Namun, WHO tidak secara khusus melarang ibu menyusui untuk berpuasa selama kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan ibu menyusui boleh berpuasa jika kondisi tubuhnya sehat, bayi tumbuh optimal, dan produksi ASI tetap mencukupi

Dalam ajaran Islam, ibu menyusui juga termasuk golongan yang mendapat keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa apabila khawatir terhadap kesehatan diri atau bayinya. Artinya, keputusan berpuasa harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu dan bayi.

Dampak Puasa terhadap Produksi ASI

Secara umum, penelitian menunjukkan puasa tidak langsung menghentikan produksi ASI karena tubuh ibu memiliki mekanisme adaptasi yang baik. Namun beberapa hal tetap perlu diperhatikan:

  • Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi
  • Asupan kalori rendah membuat ibu cepat lelah
  • Pola menyusui bisa berubah akibat perubahan jadwal makan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), produksi ASI lebih dipengaruhi frekuensi menyusui dan pengosongan payudara dibanding jumlah makanan yang dikonsumsi. Meski begitu, kebutuhan energi ibu menyusui lebih tinggi sehingga pengaturan nutrisi selama puasa menjadi sangat penting.

Tips Aman Berpuasa bagi Ibu Menyusui

Agar puasa tetap aman dan produksi ASI terjaga, berikut sejumlah langkah yang disarankan para ahli kesehatan:

1. Penuhi Kebutuhan Cairan

Dehidrasi menjadi risiko utama saat berpuasa. Ibu menyusui disarankan mengonsumsi sekitar 2,5–3 liter cairan antara berbuka hingga sahur dengan pola sebagai berikut:

  • 2 gelas saat berbuka.
  • 2 gelas setelah makan malam.
  • 2 gelas sebelum tidur.
  • 2 gelas saat sahur.

Air mineral menjadi pilihan terbaik. Batasi minuman berkafein karena dapat menambah risiko dehidrasi.

2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini