- Kalimantan Barat mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di regional Kalimantan pada awal 2026 melalui peningkatan sektor industri dan perdagangan.
- Aktivitas ekonomi didorong oleh perkembangan industri pengolahan, kelancaran distribusi logistik, pembangunan infrastruktur pelabuhan, serta peningkatan konsumsi rumah tangga masyarakat.
- Pemerintah daerah diharapkan mampu memeratakan pembangunan infrastruktur dan akses ekonomi hingga ke wilayah pedalaman agar dampaknya dirasakan menyeluruh.
SuaraKalbar.id - Perekonomian Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan tertinggi di regional Kalimantan pada awal 2026. Kondisi ini mulai memunculkan optimisme baru di tengah persaingan ekonomi antardaerah yang belakangan semakin ketat.
Aktivitas perdagangan yang kembali ramai, pembangunan infrastruktur, hingga meningkatnya sektor industri pengolahan disebut menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut.
Di sejumlah daerah, geliat ekonomi mulai terasa dari meningkatnya mobilitas barang, aktivitas usaha masyarakat, hingga bertambahnya proyek investasi yang masuk ke Kalbar.
“Pertumbuhan ekonomi Kalbar cukup positif dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah terus bergerak,” ujar pengamat ekonomi daerah di Pontianak.
Baca Juga:Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
Salah satu sektor yang paling banyak disorot adalah industri pengolahan. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor ini memang mulai berkembang seiring meningkatnya hilirisasi komoditas di Kalimantan Barat.
Jika sebelumnya daerah lebih banyak bergantung pada penjualan bahan mentah, kini aktivitas pengolahan mulai tumbuh dan dianggap mampu memberi nilai tambah lebih besar bagi daerah.
Selain industri, perdagangan juga ikut menopang pertumbuhan ekonomi. Aktivitas pasar, distribusi barang, hingga konsumsi rumah tangga disebut masih cukup terjaga di tengah kondisi ekonomi nasional yang dinamis.
Beberapa pelaku usaha di Pontianak mengaku aktivitas penjualan mulai membaik dibanding tahun sebelumnya, terutama pada sektor makanan, kebutuhan harian, dan jasa.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga dinilai mulai memberi dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Baca Juga:Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
Pengembangan Pelabuhan Kijing misalnya, disebut menjadi salah satu proyek strategis yang mulai diperhitungkan dalam mendukung distribusi logistik Kalbar ke depan.
Perbaikan konektivitas jalan di sejumlah wilayah juga perlahan membantu arus barang menjadi lebih lancar, meski beberapa daerah pedalaman masih menghadapi tantangan infrastruktur.
Momentum belanja pemerintah turut membantu menjaga perputaran uang di masyarakat. Pencairan THR ASN dan aktivitas proyek daerah disebut ikut memberi efek terhadap konsumsi rumah tangga dan usaha kecil.
Karena itu, pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini diharapkan tidak hanya terlihat dari sisi angka statistik, tetapi juga benar-benar dirasakan masyarakat melalui meningkatnya peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kota besar.
Pemerataan pembangunan dan akses ekonomi di daerah pedalaman masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan pemerintah daerah maupun pusat.