- Peserta LCC 4 Pilar tingkat provinsi di Kalimantan Barat memprotes ketidakadilan penilaian dewan juri terkait mekanisme BPK.
- Video perdebatan tersebut viral di media sosial sehingga memicu sorotan nasional serta kecaman publik terhadap juri.
- Anggota MPR RI memberikan apresiasi berupa beasiswa kepada peserta atas keberaniannya menyuarakan ketidakadilan dalam kompetisi tersebut.
SuaraKalbar.id - Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih terus menjadi sorotan publik. Kasus yang awalnya hanya terjadi di panggung perlombaan pelajar itu kini berkembang menjadi isu nasional setelah video perdebatan antara peserta dan dewan juri viral di media sosial.
Nama Josepha Alexandra, siswi SMA Negeri 1 Pontianak, mendadak ramai diperbincangkan setelah berani menyampaikan protes langsung kepada dewan juri terkait penilaian jawaban soal mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Tak hanya memicu perdebatan luas di TikTok, Instagram, hingga X, polemik ini juga menyeret nama sejumlah juri, mendapat sorotan DPRD Kalimantan Barat, hingga membuat anggota MPR RI turun tangan.
Berikut kronologi lengkap polemik LCC 4 Pilar Kalbar yang viral dan menjadi perhatian publik. Polemik bermula saat babak final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalbar berlangsung. Dalam salah satu sesi perlombaan, peserta mendapatkan pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga:Tubuh Menguning dan Tak Bisa Buang Urine, Satu Kasus Hantavirus Ditemukan di Kalbar
Josepha Alexandra dari SMA Negeri 1 Pontianak bersama timnya kemudian menyampaikan jawaban yang menurut mereka telah sesuai dengan substansi pertanyaan.
Namun, dewan juri menilai jawaban tersebut kurang tepat. Salah satu alasan yang kemudian menjadi perhatian publik adalah soal artikulasi jawaban peserta.
Situasi mulai memanas ketika publik menilai terdapat jawaban lain dengan substansi serupa namun memperoleh penilaian berbeda dari dewan juri.
Momen yang kemudian viral adalah ketika Josepha Alexandra menyampaikan keberatan secara langsung di hadapan dewan juri.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Josepha terlihat mempertanyakan konsistensi penilaian yang diberikan juri terhadap peserta.
Baca Juga:Setelah Heboh Protes Josepha, DPRD Kalbar Kini Sentil Sikap Juri LCC 4 Pilar MPR RI
Perdebatan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dianggap jarang terjadi dalam perlombaan pelajar tingkat provinsi.
Banyak warganet menilai Josepha tampil berani karena tetap menyampaikan pendapatnya secara terbuka di tengah suasana perlombaan yang tegang.
Tak sedikit pula yang menganggap polemik tersebut memperlihatkan pentingnya objektivitas dalam penilaian kompetisi pendidikan.
Tak lama setelah final berlangsung, potongan video perdebatan antara peserta dan juri menyebar luas di TikTok, Instagram hingga X.
Video tersebut kemudian memicu perdebatan panjang di media sosial. Banyak netizen membandingkan jawaban antar peserta dan menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam proses penilaian.
Kolom komentar berbagai akun media sosial dipenuhi kritik terhadap dewan juri. Sementara itu, dukungan terhadap Josepha Alexandra terus bermunculan.