SuaraKalbar.id - Warga Pontianak, Kalimantan Barat digegerkan dengan penemuan jenazah bocah SD bernama Muhammad Reivan Pasha.
Jenazah Pasha ditemukan di Sungai Kapuas tepatnya di belakang Universitas Panca Bhakti, Kecamatan Pontianak Barat, Minggu (27/9/2020).
Berikut fakta di balik kematian Pasha seperti dikutip Suarakalbar.id dari Antara, Selasa (29/9).
1. Diduga Dibunuh Teman
Pasha meninggal dunia diduga karena dibunuh oleh temannya sendiri yang sama-sama masih di bawah umur. Pelaku tak lain adalah bocah berinisial Ba (11).
Saat itu, Pasha sempat dijemput oleh teman-temannya untuk bermain di Sungai Kapuas. Ba turut bergabung.
Tanpa diketahui penyebab pastinya, Pasha dan Ba diduga sempat berkelahi hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
2. Balok Kayu
Ba (11) diduga tega menghabisi nyawa dengan memukul kepala Pasha menggunakan balok kayu.
Baca Juga: Hidup Sebatang Kara di Pontianak, Kakek AS Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Akibat kejadian itu, tubuh Pasha jatuh ke Sungai Kapuas dalam keadaan pingsan.
Nahas, saat ditemukan bocah SD tersebut sudah tak bernyawa.
3. Reaksi Ibu Pasha
Orang tua Pasha berharap pelaku pembunuhan terhadap anaknya diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami menginginkan pelaku atau tersangka diproses hukum, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, atau dibina di Bapas (Balai Pemasyarakatan) bukannya dikembalikan kepada orang tuanya agar bisa memberikan efek jera," kata ibu dari M Reivan Pasha, Rudiyanti.
Dia menjelaskan, sebagai orang tua, pihaknya memang harus mengikhlaskan kepergian anaknya. Namun dalam hal ini proseshukum tetap harus berlanjut, meskipun pelakunya juga anak-anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak