SuaraKalbar.id - Then Sui Fin, seorang warga asal Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat meninggal dunia.
Sebelumnya, ia bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia sejak tahun 1996.
Hingga akhirnya, perempuan 55 tahun itu pulang ke kampung halaman dalam kondisi sudah meninggal dunia karena sakit.
Ketua DPC SBMI Pontianak, Martin Lip Ho mengatakan, dari data yang dihimpun pihaknya, almahurmah ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada 17 Oktober 2020.
Berdasarkan diagnosa dokter, kata dia, Sui Fin meninggal dunia karena jantung bocor.
"Almarhum setelah bekerja selama beberapa tahun kemudian menikah dengan seorang pria warga Malaysia, dikarenakan tidak bisa memiliki anak, lalu dia diusir. Kemudian, di Kuala Lumpur, almarhum kembali menikah dengan warga Malaysia. Namun suaminya meninggal dunia dua tahun lalu, sehingga sejak saat itu almarhum hidup seorang diri dan mengontrak di kamar kos sambil bekerja di sebuah rumah makan di Malaysia," ujarnya.
Jenazah Sui Fin tiba di Bandara Supadio Pontianak, Senin (26/10/2020) pukul 11.00 WIB dengan disambut tangis haru dari pihak keluarga.
"Kami dari keluarga ikhlas dengan kepergian Then Sui Fin," kata sang adik, Akiun.
Dia menjelaskan, pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti kehidupan almarhum selama di Malaysia, karena sejak berangkat tidak pernah sama sekali menerima kabar.
Baca Juga: Lindungi Pekerja Migran, Kemnaker Beri Sanksi pada 2 Perusahaan
"Sejak kecil kakak memang memiliki kelainan di jantungnya," ungkapnya.
Namun, dikarenakan keterbatasan ekonomi keluarga, anak pertama dari 15 bersaudara itupun memutuskan untuk merantau ke negara tetangga.
Akiun menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh pihak khususnya SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia) Pontianak yang telah membantu kepulangan jenazah kakaknya.
Setelah tiba di Pontianak, jenazah almarhumam dibawa ke Rumah Duka Yayasan Dharma Pala di Desa Kapur untuk selanjutnya dikebumikan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
7 Sepatu Lari yang Cocok untuk Cuaca Lembap dan Panas di Kalimantan Barat
-
Banjir Rendam Permukiman di Mandor Landak, 60 Rumah Warga Terdampak
-
2.253 Telur Penyu Gagal Diselundupkan ke Malaysia, Modus Pelaku Akhirnya Terbongkar
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati