SuaraKalbar.id - Susul daerah lainnya, Pemerintah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat kini memiliki Mobil Polymerase Chain Reaction (PCR).
Pemkab setempat membeli mobil seharga Rp 3,9 miliar tersebut guna mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19.
Dengan adanya mobil PCR, maka tes Covid-19 bisa dilakukan lebih cepat. Bahkan hasil deteksi tes swab bisa keluar hanya dalam waktu 40-50 menit.
"Mobil PCR itu sebagai salah satu langkah percepatan layanan laboratorium dalam melakukan tes usap PCR di wilayah Sanggau," kata Bupati Sanggau Paolus Hadi di Sanggau Kalimantan Barat, Kamis (5/11/2020).
Dikatakan Paolus Hadi, layanan mobil PCR sangat penting karena bisa dengan cepat mengetahui apakah seseorang terkonfirmasi positif atau negatif Covid-19.
Menurut dia, keberadaan mobil PCR itu juga akan digunakan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
"Mobil PCR tersebut bisa digunakan untuk menekan penyebaran Covid-19, kami berusaha menggunakannya semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat," kata Paolus Hadi.
Tak hanya itu, Paolus Hadi juga menyampaikan untuk tes sampel spesimen usap PCR, akan ada dua kategori, yaitu ada yang dibiayai negara dan juga ada yang secara mandiri.
"Jadi dalam penanganan Covid-19 ada yang menggunakan anggaran negara yaitu anggaran Pemkab Sanggau, tetapi ada juga yang di lakukan secara mandiri, itu ada kategorinya,"
Ia pun berharap keberadaan mobil PCR dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Sanggau. (Antara).
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Lebaran 2026 Jualan Apa? 6 Ide Kue Kering yang Selalu Dicari Konsumen
-
Konsumsi Mi Instan Boleh, Asal Dibatasi, Ini Penjelasan Ahli Gizi
-
Polda Sulteng Pecat 34 Personel Akibat Pelanggaran Berat
-
Adakah Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026? Simak Informasi Lengkapnya
-
1.619 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Sumsel, Mayoritas dari China