SuaraKalbar.id - Kapolres Kapuas Hulu Kalimantan Barat AKBP Wedy Mahadi mengaku telah membubarkan kegiatan kampanye Pasangan calon (Paslon) Baiduri-Rupina Sedang yang berlangsung di lapangan sepak bola Kecamatan Bunut Hulu wilayah setempat.
"Massa pendukung dan simpatisan yang hadir jumlahnya melebih ketentuan, Polres Kapuas Hulu bersama Bawaslu langsung membubarkan kegiatan kampanye tersebut," kata AKBP Wedy Mahadi di Putussibau Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (5/12/2020) malam.
Menurut Wedy, kegiatan tersebut berlangsung kurang lebih pukul 14.00 WIB, karena melanggar ketentuan terutama PKPU nomor 13 Tahun 2020, maka petugas kepolisian dan Bawaslu langsung membubarkan kerumunan massa yang menghadiri kampanye.
Menurut dia, penanggungjawab kegiatan sudah dipanggil dan diberikan sanksi oleh jajaran Bawaslu Kapuas Hulu berupa teguran tertulis.
"Kami sudah bubarkan itu dan Bawaslu pun berikan sanksi tertulis, sanksi tertulis itu sanksi tertinggi sebelum masuk ke ranah Penegakan hukum terpadu (Gakumdu), jadi sudah selesai ditangani jajaran pihak Bawaslu," ujar Wedy sebagaimana dilansir Antara.
Ia pun mengimbau agar masyarakat disiplin dalam menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan dengan tujuan demi kebaikan dan keselamatan bersama dari wabah Covid-19.
"Kami sudah sering kali menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan dan sampai ada penindakan sesuai tahapan aturan berlaku," kata Wedy.
Ketua Bawaslu Kapuas Hulu Musta'an mengatakan atas kampanye tersebut Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Bunut Hulu sudah memberikan tindakan.
"Sudah diberikan tindakan oleh Panwascam," kata Musta'an singkat saat di konfirmasi melalui WhatsApp sekitar pukul 19.59 WIB, Sabtu (5/12/2020).
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon (Baiduri-Rupina Sedang), Kuswandi menegaskan pihaknya tidak menggelar kampanye akbar, hanya kampanye normatif seperti biasa sesuai ketentuan PKPU nomor 13 Tahun 2020.
Sesuai undangan yang hadir kata Kuswandi hanya sekitar 38 orang dalam ruangan, namun massa datang secara spontan tanpa di undang.
"Kami kampanye di dalam ruangan, tiba-tiba datang massa secara spontan dan tidak di undang, sebelumnya pun kami sudah koordinasi dengan Polsek Bunut Hulu dan Panwaslu, namun massa tidak mau pulang," kata Kuswandi yang ikut langsung dalam kampanye tersebut.
Dijelaskan Kuswandi, seharusnya mulai kampanye pukul 13.00 WIB, namun molor hingga mulai pukul 15.00 WIB, karena memang massa di luar undangan terus berdatangan secara spontan.
"Sebelumnya kami sudah koordinasi, aturan sudah di jalankan kampanye di dalam rumah, bukan di lapangan, kami hanya mengundang sekitar 50 orang, yang hadir dalam ruangan hanya 38 orang, sedangkan massa yang datang itu tanpa diundang," ucap Kuswandi.
Meksi pun demikian, Kuswandi mengaku pihaknya tidak menyalahkan petugas baik kepolisian mau pun Bawaslu, karena memang massa simpatisan itu datang secara spontan tanpa diundang.
Berita Terkait
-
Minggu Dini Hari, Aparat Bubarkan Kerumunan Massa di BKT Jakarta Timur
-
Gagal Cegah Kerumunan di Ajang Tarkam, Camat Walantaka: Gak Punya Pasukan
-
Ucapan Lama Rizieq ke Ahok Diungkit Lagi: Minta Maaf, Hukum Jalan Terus!
-
Panggilan Kedua Senin Depan, Rizieq Wajib Datang ke Polda Metro
-
Polisi Periksa 4 Anak Buah Anies Kasus Hajatan Rizieq, Ini Nama-namanya
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Tak Terhalang Batas Negara, Dayak Bidayuh RI dan Malaysia Bersatu di Gawia Sowa 2026
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang