SuaraKalbar.id - Praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Pontianak, Kalimantan Barat berhasil dibongkar polisi.
Polresta Pontianak bersama Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat melakukan penggerebekan di salah satu hotel, Selasa (8/12/2020).
Dalam penggerebekan tersebut, 28 orang diamankan. Diduga mereka terlibat dalam praktik prostitusi online. Mirisnya 10 dari 28 orang yang ditangkap masih anak di bawah umur.
"28 orang diamankan 10 orang diantaranya anak di bawah umur terdiri dari, 3 orang laki-laki dan 7 orang perempuan," terang Kombes Pol Komaruddin dalam Press Rilis Prostitusi Online di Instagram @polrestapontianakkotaa seperti dikutip dari Suarakalbar.co.id (jaringan Suara.com).
Dari 28 orang yang diamankan itu, kata Komaruddin, terdapat 7 orang yang diduga sebagai mucikari. Selain menangkap 28 orang, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam penggerebakan itu.
"Dari 28 orang yang diamanakan terindikasi kini sebanyak 7 orang dikategorikan sebagai mucikari, beberapa barang bukti turut diamankan seperti alat kontrasepsi kemudian obat-obatan, HP dan juga uang hasil transaksi," sambungnya.
Puluhan orang yang diamankan lantas digiring ke Mapolsek Pontianak Selatan guna menjalani pemeriksaan kesehatan Covid-19. Hingga kekinian, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait kasus prostitusi online tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Studi: Ikatan Sosial Redam Konflik Perusahaan Sawit dan Masyarakat di Sambas
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat