Mereka menuduh bahwa Saini dan "15 sampai 20 orang lainnya" telah secara paksa membawanya pergi, juga menggunakan kata-kata diskriminatif dan merusak rumah mereka.
"Ini adalah kelalaian besar polisi bahwa meskipun perintah Pengadilan Tinggi memberikan perlindungan kepada pasangan tersebut, Pinki diculik dan dibunuh," ujar Nawal Singh Sikarwar, yang mewakili Pinki dan Roshan di pengadilan,
"Pasangan itu telah mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka mengkhawatirkan keselamatan mereka, dan ingin hidup satu sama lain atas kehendak bebas mereka sendiri," sambungnya.
Roshan mengungkapkan jika dirinya kini merasa khawatir akan keselamatannya seusai istrinya dihabisi.
"Saya tahu mereka mungkin membunuh Pinki. Saya telah memberi tahu polisi tentang hal ini ketika keluarga Pinki membawanya pergi.
"Tapi mereka (polisi) mengatakan bahwa bagaimanapun juga, orang tuanya yang telah membawa pergi Pinki, dan mereka akan membawanya ke pengadilan pada sidang berikutnya.
"Saya menangis dan memohon kepada polisi, tetapi mereka tidak menanggapi kekhawatiran saya dengan serius. Saya sekarang takut akan hidup saya." ujarnya kepada The Indian Express.
Aktivis dan kelompok masyarakat sipil menuntut tindakan terhadap polisi yang dinilai memalukan.
"Ini memalukan. Itu juga mengekspos komitmen polisi dan pemerintah Rajasthan terhadap keamanan wanita. Meskipun ada perintah Pengadilan Tinggi kepada polisi untuk melindungi pasangan itu, Pinki Saini dibunuh secara brutal," ujar Kavita Srivastava, presiden unit Rajasthan dari Persatuan Rakyat untuk Kebebasan Sipil (PUCL).
Baca Juga: Syaifudin Warga Surabaya Dicacah Celurit di Rumahnya, Pelaku Warga Madura
"Kami menuntut penangguhan petugas polisi termasuk Petugas Lingkar, Dausa, Dausa SP, dan SHO Polsek Kotwali," tegasnya.
Petugas Deepak Kumar mengatakan polisi Dausa tidak mengetahui perintah Pengadilan Tinggi untuk memberikan perlindungan kepada pasangan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?
-
Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum
-
Bawa Sport Tourism Indonesia Mendunia, BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
-
DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda