Sementara itu, Ketum Kadin Kalbar Joni Isnaini menegaskan, adanya perbedaan pendapat di sebuah organisasi itu adalah hal yang biasa.
Menurut dia, untuk menjadi peserta di munas, Kadin di daerah harus menggelar rapat pleno dengan pengurus lengkap. Mulai dari ketua, pengurus harian termasuk komisi-komisi yang ada.
"Proses rapat ini memang berjalan alot. Karena memang ada mekanisme yang harus ditempuh untuk menentukan peserta utusan," jelas Joni.
Dia mengatakan, bahwa rapat pleno kemarin dihadiri 50 peserta dari 69 pengurus. Dari jumlah itu, ada 35 peserta yang menyatakan bahwa pemilihan peserta utusan diserahkan kepada Ketua Umum Kadin Kalbar. Ada 15 peserta menyatakan pemilihan harus dilakukan secara terbuka.
"Karena suara terbanyak adalah voting tertutup, maka proses pemilihan peserta utusan diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Kadin Kalbar," tutur Joni.
Lanjut Joni menjelaskan, setelah melaksanakan rapat pleno, Kadin Kalbar selanjutnya akan mendaftar sebagai peserta kepada panitia.
"Setelah itu, kami akan nyatakan sikap kepada calon ketua umum mana suara Kadin Kalbar akan diberikan," pungkasnya.
Kontributor : Ocsya Ade CP
Baca Juga: Lampu Jembatan Paralel Landak Dirusak Sosok Misterius
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
-
Rp170 Miliar Uang Negara Kasus Bauksit Diselamatkan, Tapi Kejati Kalbar Belum Tetapkan Tersangka
-
Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus
-
10.533 Voucher Telkomsel Hilang di TAP Sosok, Kerugian Capai Rp208 Juta
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun