SuaraKalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak telah memasang sejumlah CCTV di berbagai titik untuk memonitor peristiwa yang terjadi di Kota Khatulistiwa.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut setidaknya ada 44 titik di Pontianak yang dipasangi CCTV. Namun, jumlah tersebut menurutnya masih minim. Sebab, ada beberapa lokasi yang belum dipasangi CCTV.
Untuk saat ini CCTV yang sudah tergelar dan beroperasi seperti pada persimpangan Jalan Ahmad Yani, Bundaran Digulis, Pelabuhan, Ferry Penyeberangan, Persimpangan Jalan Hasanuddin, Persimpangan Jalan Soedarso dan Jembatan Kapuas I.
Terkait hal itu, Pemkot Pontianak bekerja sama dengan Polda Kalbar mengintegrasikan pemanfaatan CCTV dan menyepakati nota kesepahaman (MoU).
Hal ini bertujuan untuk tukar menukar informasi maupun data yang terekam untuk memonitor segala bentuk kejadian yang terjadi, baik saat tengah berlangsung maupun setelahnya.
"Selain itu juga untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat di bidang keamanan dan ketertiban maupun kenyamanan berlalu lintas," ujarnya, Kamis (26/8/2021).
Menurutnya sebelum adanya MoU atau nota kesepahaman ini, pihaknya memang telah lama menjalin kerja sama dengan Polda Kalbar.
Ia menyebut, dengan adanya kerja sama yang dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman akan lebih menekankan komitmen bersama.
"Sehingga CCTV yang dipasang Pemkot Pontianak maupun Polda Kalbar bisa diintegrasikan dan saling memberikan informasi," sambungnya.
Baca Juga: Viral Maling Gercep Bawa Kabur Motor, Netizen: Kejahatan Bisa Terjadi Karena Ada Peluang
Edi menyebut pihaknya akan memasang CCTV pada pusat keramaian seperti taman-taman, pasar, perkantoran dan tempat strategis lainnya.
"Pemenuhan CCTV pada titik-titik lokasi ini sejalan dengan era digital di mana Pontianak menyongsong sebagai kota berkonsep Smart City. Dengan menempatkan CCTV di seluruh pelosok Kota Pontianak," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Kombes (Pol) Nowo Winarti menerangkan, kerja sama ini berkaitan dengan penggelaran CCTV pada objek vital dan persimpangan di wilayah hukum Kota Pontianak.
Ia menyebut program ini akan terus dikembangkan untuk memudahkan pelaksanaan tugas kepolisian maupun Pemkot Pontianak.
"Sehingga antara Pemkot Pontianak dan Polda Kalbar akan memperoleh manfaat data pada saat ada hal yang secara khusus diperlukan kedua belah pihak," katanya.
Nowo meneranggkan MoU ini sebagai tindak lanjut dari operasional, baik dari Polri maupun Pemkot Pontianak, sehingga tidak akan ganti kebijakan ketika ganti pejabat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian