Pelatih Herman Wimpi
Daud ingat betul, pertama kali menginjakan kaki di pusat kota Ketapang. Ia dibawa sang kakak bertemu pelatih Herman Wimpi. Mereka diizinkan tinggal dan menetap di rumah, sekaligus merangkap sasana tinju. Tanjungpura Boxing Camp.
Ternyata bukan ia dan kakaknya saja, Herman juga menampung para anak-anak muda yang tertarik berlatih tinju. Mereka dari seluruh wilayah Kalbar.
Herman Wimpi tampil sebagai sosok protagonis bagi para petinju pemula, seperti Daud. Anak kampung beradu nasib. Entah sukses atau tidak. Semua dimulai dari tangan dingin Herman Wimpi.
Herman adalah atlet tinju dengan segudang prestasi. Ia menjadi petinju legendaris di Ketapang.
Tak terhitung latihan dan motivasi yang diberi Herman Wimpi. Jauh dari orang tua, membuat Duad kecil menganggap Herman layaknya ayah. Bagaimana tidak, Daud saat itu masih kelas satu sekolah dasar. Hanya bertumpu kepada sang kakak. Herman Wimpi mengisi penuh harapan Daud kecil.
“Saya dan teman-teman di sana datang dari kampung. Sosial beliau sangat luar biasa, karena mau menampung kami,” ungkap Daud.
Awal Karir
Waktu berjalan. Menempuh latihan panjang tak sia-sia. Jalan akhirnya terbuka. Di tahun 1995, Daud remaja melakukan debut. Tak tanggung-tanggung, pertandingan pertama di tingkat nasional.
Baca Juga: Kembali Naik Ring, Daud Yordan Hadapi Petinju Thailand pada Oktober 2021
Pertandingan perdana ini, Daud meraih juara 2. Ia kalah dari atlet tuan rumah, Kalimantan Tengah. Tahun 1996, Daud Yordan makin masif ikuti berbagai pertandingan tinju. Kemenangan demi kemenangan ia raih.
Namanya makin jadi perbincangan pecinta tinju, usai merebut juara di berbagai pertandingan. Tak heran, tahun 2000, Daud Yordan dipanggil masuk Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas).
Di sana, Daud masuk kategori atlet olahraga tinju Pelatnas jangka panjang. Sayang, menetap dan berlatih tak membuat Daud tampil apik. Perjalanan karir tak mulus. Belum lagi, ia masih remaja dan berstatus pelajar.
“Karena konsen terbagi, di situ saya sering kalah,” ujar Daud.
Kekalahan yang bertubi, Daud dipulangkan dari Pelatnas.
“Tidak mungkin bertahan karena prestasi saya kurang maksimal,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Polisi Ringkus 10 Orang Penambang Emas Liar di Ketapang
-
Kembali Naik Ring, Daud Yordan Hadapi Petinju Thailand pada Oktober 2021
-
Lihat Buaya 4 Meter di Tambak Udang Miliknya, Warga Ketapang Lampung Selatan Ini Kabur
-
Satgas Covid-19 Perketat Pemeriksaan Penumpang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
-
27 Dokter Spesialis di RSUD Ketapang Mogok Kerja, Gegara Tukin Tak Cair 6 Bulan
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut