Scroll untuk membaca artikel
Bangun Santoso
Kamis, 30 September 2021 | 05:51 WIB
Ritual Seserahan Hutan Desa Paau di Kabupaten Banjar, Kalsel. (Foto: via Kanalkalimantan.com)

SuaraKalbar.id - Desa Paau di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar memiliki objek wisata alam dan budaya yang membuat banyak orang kagum saat melihatnya. Salah satunya adalah ritual adat Seserahan Hutan di Batu Balian.

Ritual di Desa Paau itu sejak dua tahun terakhir kembali dihidupkan. Dulu oleh masyarakat sudah ada sejak sejak 200 tahun yang lalu.

Melansir laman Kanalkalimantan.com, Seserahan Hutan itu baru dijadikan event wisata pada tahun 2020 lalu, dan menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Desa Paau.

Ritual adat budaya itu digelar selama dua hari 20-21 September 2021 kemarin, dihadiri dari berbagai kalangan mulai anggota aewan, pegiat alam bebas, pemerhati lingkungan dan lain-lain.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Medan Paling Terkenal dan Hits 2021, Pesonanya Indah dan Megah

Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Paau, Aspiani yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjelaskan bahwa ritual adat Seserahan Hutan sudah ada semenjak tahun 1800-an oleh tetuha dan nenek moyang secara turun-temurun.

“Seserahan Hutan ini dimeriahkan berbagai agenda, salah satunya river tubing, memasak seserahan, penampilan kesenian bakuntau, juga foto contest,” kata Aspiani.

Sebelum acara puncak dimulai yaitu ritual seserahan hutan, dibacakan doa-doa secara agama Islam oleh para tokoh adat.

“Setelah prosesi adat selesai dilaksanakan, makanan yang sudah dimasak seperti lamang dan lainnya dibagikan kepada para tamu dan pengunjung,” jelas Aspiani.

Cholik, salah satu pengunjung Seserahan Hutan di Batu Balian Desa Paau mengaku, sangat terkesan dengan berbagai agenda pada seserahan hutan tersebut, karena banyak ilmu dan pengetahuan yang dapat diambil dari kegiatan di alam terbuka itu.

Baca Juga: Palsukan KIR ASN Dishub Banjar Ditahan, 5 KIR Bodong Jadi Barbuk

“Semoga setiap tahunnya bisa kembali digelar Seserahan Hutan ini, karena ini adalah budaya yang harus diletarikan,” ucap Cholik.

Load More