SuaraKalbar.id - Penurunan biaya tes swab PCR disambut baik ahli epidemiologi Poltekkes Kemenkes Pontianak Malik Saepudin. Ia pun berharap, dimulai dengan kebijakan pemerintah tersebut, biaya PCR makin ditekan dan bila perlu digratiskan.
Malik menilai, penetapan tarif luar Jawa-Bali sebesar Rp300 ribu menjadi kabar gembira bagi seluruh masyarakat. Biaya tersebut bisa jadi yang termurah kedua setelah Vietnam.
Kebijakan ini pun, kata Malik, selaras dengan kepentingan nasional dalam percepatanan penganan Covid-19. Sebab, tes PCR merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan tracing, testing dan treatmen.
“Ini dapat mencegah dan menghambat laju penularan kasus impor yang berisiko membawa varian baru,” ucapnya.
Kendati demikian, Malik berharap, ke depan harga tes PCR Covid-19 makin murah lagi hingga digratiskan. Sebab, Undang-Undang Karantina Nomor 6 Tahun 2018 menjamin secara penuh kesejahteraan ekonomi masyarakat di saat pandemi.
Terlebih PCR sangat peting untuk langkah deteksi. Malik pun mendorong agar pengawasan kepada laboratorium dilakukan. Agar tak ada yang menarik di atas tarif biaya PCR yang ditentukan pemerintah.
“Laboratorium yang memainkan harga di atas batas tarif dapat dikenakan sanksi penutupan,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Tarif Tes PCR Rp300 Ribu, Dinkes Batam: Yang Langgar Harga Dicabut Izin
-
Jadi Syarat Penerbangan, Mengapa Aturan Tes PCR 3x24 Jam Hanya Berlaku 5 Hari?
-
Sufmi Dasco Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Tes PCR untuk Semua Moda Transportasi
-
Pelaku Perjalanan Udara di Luar Jawa-Bali Kini Bisa Gunakan Hasil Tes Antigen
-
Berlaku hingga 1 November 2021, Penumpang Pesawat Wajib PCR Maksimal 3x24 Jam
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen