Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Senin, 08 November 2021 | 06:00 WIB
Lokasi pengungsian Banjir di SDN 4 Sanggau. [SUARAKALBAR.CO.ID/Darmansyah]

SuaraKalbar.id - Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau direspon pihak Keraton Pakunegara Tayan yang bersiap untuk menampung warga sebagai tempat pengungsian.

Pernyataan tersebut disampaikan Raja Tayan Gusti Yusri pada Minggu (7/11/2021). Meski begitu, dia menjelaskan, saat ini Keraton Pakunegara Tayan masih dijadikan sebagai posko untuk penyaluran bantuan korban banjir.

Pun banjir yang terjadi di Kalbar ditengarai karena adanya perubahan di daerah aliran sungai (DAS) yang ada di wilayah tersebut.

Selain dua berita tersebut, berikut dua berita lainnya yang tersaji di laman regional Suarakalbar.id pada Minggu (7/11/2021).

Baca Juga: Keraton Kerajaan Tayan Siap Jadi Tempat Pengungisan Korban Banjir di Sanggau

1. Keraton Kerajaan Tayan Siap Jadi Tempat Pengungisan Korban Banjir di Sanggau

Polres Sanggau mengecek dan evakuasi warga terdampak banjir di tepian Sungai Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar. [ANTARA/HO-Humas Polres Sanggau]

Banjir parah yang terjadi di Kabupaten Sanggau membuat pihak Keraton Pakunegara Tayan bersiap, jika sewaktu-waktu dijadikan sebagai tempat pengungsian warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Raja Tayan Gusti Yusri pada Minggu (7/11/2021). Meski begitu, dia menjelaskan, saat ini Keraton Pakunegara Tayan masih dijadikan sebagai posko untuk penyaluran bantuan korban banjir.

Baca selengkapnya

2. Ternyata Gara-gara Ini Sejumlah Wilayah di Kalimantan Barat Diterjang Banjir

Baca Juga: Banjir Terjang Kapuas Hulu, Lebih 6 Ribu Jiwa Terdampak di 6 Kecamatan

Warga dan Petugas terpaksa menggunakan sampan sebagai salah satu transportasi yang dapat digunakan akibat banjir di Kabupaten Melawi. [Suarakalbar.co.id/Dea Kusumah]

Banjir yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sejak beberapa waktu terakhir cukup memprihatinkan. Bahkan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Sintang yang tergenang banjir, air tak kunjung surut.

Load More