SuaraKalbar.id - Banjir Sintang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir kembali menelan korban jiwa. Kali ini seorang warga Jalan Akcaya di Kecamatan Sintang ditemukan meninggal di rumahnya pada Minggu (14/11/2021) sore.
Korban bernama Hendra Saptapraha ditemukan meninggal di rumah korban. Ia diduga terjatuh saat hendak turun ke lantai bawah rumahnya saat banjir menggenang.
Kasubbag Humas Polres Sintang Iptu Sujiono mengatakan, kejadian tersebut kali pertama diketahui adik korban, Selly dan suaminya, ketika hendak mengantarkan makan siang kepada korban.
“Namun saat diketuk-ketuk pintu korban tak menjawab,” kata Iptu Sujiono kepada insidepontianak.com-jaringan Suara.com, Senin (15/11/2021).
Lantaran khawatir, suami Selly memutuskan naik ke lantai dua karena melihat pintu masih terbuka, sementara di lantai satu air sudah menggenang.
“Ketika masuk lantai dua, korban sudah tidak ada. Saksi lantas ke bawah, di sana korban didapati sudah terendam air dan tidak bernyawa,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga terjatuh saat hendak turun ke lantai satu.
“Menurut keterangan keluarga, korban diketahui punya penyakit epilepsi,” katanya.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Pasok Logistik Korban Banjir di Sintang, Sekadau dan Sanggau
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Proyek Harita Group Dikebut, Kayong Utara Bersiap Jadi Pusat Industri Alumina dan Aluminium
-
Harga Tabung Gas 12 Kilogram di Ketapang Tembus Rp260 Ribu, Warga Mulai Pangkas Belanja Dapur
-
5 Pondok Pesantren Favorit di Kalimantan Barat untuk PPDB 2026, Lengkap Estimasi Biaya dan Fasilitas
-
1.800 Warga Lokal Terserap Industri Bauksit Pulau Penebang
-
Di Balik Megahnya Kawasan Industri Pulau Penebang Ada 2 Perempuan Tangguh Menaklukkan Risiko Tinggi