SuaraKalbar.id - Meski diterjang badai pandemi, nilai neraca perdagangan atau kinerja ekspor dan impor Kalbar sepanjang 2021 mengalami kenaikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar mencatat kenaikan itu mencapai 1.569,31 juta dolar AS atau 1,5 miliar USD.
"Pada 2021 lalu meski masih di tengah pandemi COVID-19 kinerja perdagangan Kalbar sangat menggembirakan di mana masih surplus yang sangat signifikan," ujar Kepala BPS Kalbar, Moh. Wahyu Yulianto di Pontianak, mengutip Antara, Rabu (2/2/2022).
Ia menjelaskan bahwa untuk nilai ekspor sendiri dari Januari - Desember 2021 tercatat sebesar 1.851,53 juta dolar AS. Sedangkan untuk impor sendiri hanya 282,22 juta dolar AS.
"Kondisi ini tentu sangat baik bagi perdagangan Kalbar. Ekspor lebih besar daripada impor. Ini tentu harus dipertahankan dan harapnya ekspor bukan hanya bahan baku semata dari komoditas unggulan Kalbar melainkan juga produk turunannya. Sehingga memberikan nilai tambah yang luas,"katanya.
Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewan nabati merupakan barang yang mendominasi dalam ekspor Kalbar dengan kontribusi sebesar 38,57 persen atau dengan nilai 457,01 juta dolar AS.
Selanjutnya baru disusul biji karet dan abu logam dengan nilai 452,33 juta dolar AS dan bahan kimia anorganik posisi tiga terbesar dengan nilai 243,36 juta dolar AS.
Adapun tujuan ekspor terbesar, hingga kini masih dilegang oleh Tiongkok dengan nilai 678,05 juta dolar AS atau dengan andil sebesar 35,59 persen.
"Selanjutnya baru disusul negara ke India dengan nilai 352,94 juta dolar AS dan ke Malaysia dengan nilai 294,39 juta dolar AS," jelas dia.
Sementara untuk impor sendiri dari sisi komoditasnya, tertinggi dari bahan bakar mineral dengan nilai 142,04 juta dolar AS atau dengan kontribusi sebesar 40,97 persen.
Selanjutnya disusul mesin - mesin sebesar 35,02 juta dolar AS dan peralatan listrik sebesar 18,20 juta dolar AS.
"Untuk negara asal impor Kalbar sendiri masih didominasi dari Malaysia sebesar 122,08 juta dolar AS, Tiongkok sebesar 54,84 juta dolar AS dan Singapura sebesar 47,58 juta dolar AS," katanya.
Berita Terkait
-
Belum Genap 2 Bulan Usai Ditinjau Jokowi, Geobag Penahan Banjir di Kampung Ladang Sintang Kalbar Sudah Jebol
-
Amankan 1 Tersangka Kasus Terminal Bunut Hilir, Adi Rahmanto Tak Pungkiri Kemungkinan Adanya Penetapan Tersangka Lain
-
Nasabah Bank BUMN di Pontianak Kehilangan Uang RP 200 Juta, Kuasa Hukum Sebut Ada Transaksi Ilegal
-
Fokus Pasar Domestik, PT AHM Belum Pikirkan Ekspor Bagi All-New Honda Vario 160
-
Setelah Edy Mulyadi, Kini Giliran Nicho Silalahi yang Dilaporkan ke Polisi, Sebut Perempuan Kalimantan Dijual ke China
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Sambut Positif Penempatan Dana SAL, Fokus Dorong Pembiayaan UMKM
-
BRI Catat Setoran Pajak Rp8,1 Triliun pada Kuartal I 2026, Pengamat Soroti Peran Danantara
-
BRI Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Pembiayaan FLPP dan KPP
-
Sebuah Bukti Dedikasi: Mantri BRI Ini Hadir Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite