Bella
Kamis, 03 Maret 2022 | 21:44 WIB
Lanud Supadio saat menjalankan patroli. (Istimewa)

SuaraKalbar.id - Beberapa hari ini daerah Kabupaten Kubu Raya kembali mendapatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan. Puluhan titik api sempat ditemukan di Kubu Raya beberapa hari ke belakang.

Terbaru, hari ini terjadi kebakran hutan dan lahan di Desa Arang Limbung yang bahkan menghanguskan rumah warga dan rumah walet milik warga.

Menanggapi situasi cuaca panas dan adanya beberapa titik api di Kubu Raya, Kapen Lanud Supadio Letkol Sus MH. Deni A menuturkan, Lanud Supadio bersama elemen TNI/Polri, Aparat Desa Kuala Dua, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan rapat koordinasi dan apel kesiapan siaga bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak Rabu (2/3/22).

Tak hanya berhenti di rapat koordinasi, Babinpotdirga Lanud Supadio bersama Tim Siaga juga melanjutkan aktivitas dengan melakukan patroli siaga bencana pada Kamis dini hari (3/3/22) ) dan masih berlanjut sampai dengan dinyatakan kondisi (clear) aman dan terkendali.

Patroli Siaga tersebut dilakukan guna memonitor perkembangan titik api di Desa Kuala Dua, upaya pemadaman api, serta penyekatan di kawasan Kubu Raya dan sekitarnya.

Kapen Lanud Supadio juga mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak membuka lahannya dengan cara dibakar, karena sampai dengan saat ini tercatat hampir 35 HA., lahan gambut di Kawasan Kab. Kubu Raya sudah terbakar.

Dirinya menjelaskan, hal tersebut tentunya sangat merugikan kesehatan masyarakat. Selain itu, kondisi tersebut juga akan membahayakan terhadap keselamatan operasi penerbangan.

"Kami tetap akan ingatkan dan memberikan tindakan kepada pihak yang dengan sengaja membakar lahan dimaksud, sesuai proses hukum yang berlaku. Tim Siaga Bencana Kabut Asap senantiasa "tetap Siaga, cepat, tanggap, dan aksi" Imbaunya.

Baca Juga: Dampak Karhutla, 1 Rumah Walet dan Rumah Karyawan Dilalap Api di Desa Arang Limbung

Load More