SuaraKalbar.id - Beberapa hari ini daerah Kabupaten Kubu Raya kembali mendapatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan. Puluhan titik api sempat ditemukan di Kubu Raya beberapa hari ke belakang.
Terbaru, hari ini terjadi kebakran hutan dan lahan di Desa Arang Limbung yang bahkan menghanguskan rumah warga dan rumah walet milik warga.
Menanggapi situasi cuaca panas dan adanya beberapa titik api di Kubu Raya, Kapen Lanud Supadio Letkol Sus MH. Deni A menuturkan, Lanud Supadio bersama elemen TNI/Polri, Aparat Desa Kuala Dua, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan rapat koordinasi dan apel kesiapan siaga bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak Rabu (2/3/22).
Tak hanya berhenti di rapat koordinasi, Babinpotdirga Lanud Supadio bersama Tim Siaga juga melanjutkan aktivitas dengan melakukan patroli siaga bencana pada Kamis dini hari (3/3/22) ) dan masih berlanjut sampai dengan dinyatakan kondisi (clear) aman dan terkendali.
Patroli Siaga tersebut dilakukan guna memonitor perkembangan titik api di Desa Kuala Dua, upaya pemadaman api, serta penyekatan di kawasan Kubu Raya dan sekitarnya.
Kapen Lanud Supadio juga mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak membuka lahannya dengan cara dibakar, karena sampai dengan saat ini tercatat hampir 35 HA., lahan gambut di Kawasan Kab. Kubu Raya sudah terbakar.
Dirinya menjelaskan, hal tersebut tentunya sangat merugikan kesehatan masyarakat. Selain itu, kondisi tersebut juga akan membahayakan terhadap keselamatan operasi penerbangan.
"Kami tetap akan ingatkan dan memberikan tindakan kepada pihak yang dengan sengaja membakar lahan dimaksud, sesuai proses hukum yang berlaku. Tim Siaga Bencana Kabut Asap senantiasa "tetap Siaga, cepat, tanggap, dan aksi" Imbaunya.
Baca Juga: Dampak Karhutla, 1 Rumah Walet dan Rumah Karyawan Dilalap Api di Desa Arang Limbung
Berita Terkait
-
Dampak Karhutla, 1 Rumah Walet dan Rumah Karyawan Dilalap Api di Desa Arang Limbung
-
Viral Bocah Cekatan Padamkan Api yang Nyaris Buat Rumahnya Kebakaran, Aksinya Terekam CCTV
-
Kabut Asap Mulai Menyelimuti Perairan, Nelayan Memilih untuk Tidak Berlayar
-
Padamkan Api saat Kursi di Rumahnya Terbakar, Aksi Bocah Ini Tuai Pujian Warganet
-
Rumah Makan di Ciamis Tiba-tiba Terbakar, Perangkat Desa: Kemungkinan Ada yang Sengaja
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Setelah Heboh Protes Juri LCC Kalbar, Josepha Alexandra Akui Hidupnya Berubah
-
Polemik LCC Kalbar Viral Kini Disorot Dewan Pendidikan, Singgung Marwah dan Keadilan
-
Usai Polemik LCC Kalbar Viral, Beredar Unggahan Soal MC yang Disebut Diputus Kerja
-
Kronologi Lengkap Polemik LCC Kalbar yang Viral, dari Protes Josepha hingga Tawaran Beasiswa
-
Tubuh Menguning dan Tak Bisa Buang Urine, Satu Kasus Hantavirus Ditemukan di Kalbar